Lelaki Pilihan Surga
“Kadang, dada ini terasa sesak. Ternyata benar. Keluar dari ego, mengabaikan gengsi, sangat menguras hati. Aku harus bertarung dengan diriku sendiri, mengabaikan segala rasa. Menundukkan emosi yang begitu membara. Mengabaikan luka, karena merasa di rendahkan.”
Kei menarik napas. Fajar lantas tersenyum.
“Kamu hari ini, telah memenangkan semuanya Kei. Kamu bisa mengalahkan dirimu sendiri.”
“Ya Allah, terima kasih, atas segala petunjuk-Mu. Dan kelapangan yang Engkau berikan, untukku menapaki setiap proses ini.”
Fajar hanya bisa tersenyum bangga, melihat sahabatnya.
인기 회차