Talak Aku, Mas!
Dan beberapa detik kemudian, Dimas mengirim sebuah pesan lagi.
Dimas: 'Kok nggak dijawab, Ra? Aku salah ngomong ya? Maafkan aku.'
Buru-buru aku menjawab karena nggak mau dia malah salah paham.
Aku: 'Nggak, Dim. Aku hanya malu.'
Dimas: 'Lho malu kenapa, Ra?'
Aku: 'Eh, sungguh ditolak itu nggak enak banget, Dim. tapi kamu benar. Nggak seharusnya aku tadi ajak kamu ketemu di luar. Belum boleh.'