Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
My enemy, My husband

My enemy, My husband

Sebuah tangan terlihat mengusap pipi Anna, itu pasti tangan Mamanya. "Aduh Nak Lura. Tante minta maaf ya kalau Anna nyusahin. Duh, Tante jadi nggak enak," kata Mama Anna. Perempuan yang seumuran dengan Mamanya itu terlihat merasa bersalah. "Ah, engga kok, Tante. Lagian Lura juga sering kok bikin Muffin di rumah," balasnya sambil tersenyum kecut. Bhaks Mungkin bumi akan kiamat jika itu terjadi.
1.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 52 Beses bilang envy am i wrong
Read
+Library
Sweet Enemy

Sweet Enemy

jelas Ainsley panjang lebar. "Mommy selalu saja membela Dixon, dan bahkan selalu menyalahkan aku. Apa aku salah kalau aku tidak menyukai Dixon dan lebih menyukai Luke? Apa aku salah jika hatiku tidak untuk Dixon? Lalu aku harus menyalahkan siapa? Apa aku harus menyalahkan Tuhan yang memberiku perasaan ini?" lanjut Ainsley lagi. "Tidak, Ainsley, sama sekali bukan seperti itu. Mommy tidak bermaksud menyalahkanmu."
1022.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 673 Beses bilang envy am i wrong
Ipakita ang mga Review (32)
Read
+Library
Annisaa
Dari kemarin mau review gak sempat😭 ceritanya bagus, menarik gak bikin bosan kak 😅 aku suka bangett, btw Dixon nyebelin bgt tp nyebelinnya bikin gemesh ahahah😂 sumpah mereka menggemaskan bgtt 😭😍😍 Semangatt ya thorr nulisnya ❣️
Bae Rhein
Aku udah ngerasa banget kalo dia suka sama Ainsley. Meskipun awalnya mungkin dia cuma iseng, tapi iseng yang berlebihan juga bisa ngebuat kita ketagihan akhirnya pen jahilin terus dan terciptalah rasa kangen kalo ga jailin kan.
Basahin ang Lahat ng Review
Mendadak Dinikahi Mas Nevan

Mendadak Dinikahi Mas Nevan

Nevan merasa sangat bersalah. “Aku gak masalah kalau kamu cemburu, itu hal yang wajar. Tapi marah kamu itu gak kaya biasanya tahu gak? Dan aku gak pernah suka sama orang kaya begitu.” Ivy merenggut. Nevan tidak mengelak sama sekali. “Mungkin karena aku banyak tekanan waktu itu. Jadi susah ngontrol emosi. Tapi aku tahu kok kalau aku salah.”
101.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 28 Beses bilang envy am i wrong
Read
+Library
Sakit yang Menyenangkan

Sakit yang Menyenangkan

Charity tak fokus karena dirinya merasakan perasaan bahagia karena ucapan Greed tadi. "Bagaimana dengan, Vanity?" "Cih. Dia cuman sebatas teman tidur ranjang yang saling memuaskan. Namun aku tidak pernah memasukinya," jelas Greed. "Aku pikir aku dan Vanity juga melakukan bercinta. Nyatanya tidak ... itu hanya mimpi. Aku menanyakan pada Envy, dia bilang aku masih perjaka entah bagaimana dia melihat itu. Padahal aku tidak sehelai benang pun di depan dia!"
106.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 164 Beses bilang envy am i wrong
Read
+Library
Owned by My Enemy

Owned by My Enemy

“Kau akan memperkenalkan aku sebagai apa? Teman? Pacar? Atau.. properti pribadi?” Senyum tipis muncul di wajah Mikhail. “Tergantung siapa yang bertanya.” Ia memutar gelasnya, lalu melanjutkan dengan nada rendah. “Kalau investor? Mitra yang sangat kupercayai. Kalau media? Kekasih hatiku. Kalau teman? Properti pribadi milikku. Kalau mantan kekasih yang suka cari masalah? Orang yang bila mereka sentuh akan berdampak buruk untuk mereka.” Belum sempat Nastenka menjawab, seorang wanita mendekat dengan langkah mantap dan senyum yang terlalu lebar untuk bisa dibilang tulus.
642 viewsOngoingIdinagdag sa Library 22 Beses bilang envy am i wrong
Read
+Library
BANGKITNYA ISTRI YANG TERTINDAS

BANGKITNYA ISTRI YANG TERTINDAS

Di mata Enzy, Enzo adalah penyebab dari semua kegagalan ini. Enzo terdiam. Kata-kata itu menusuk hatinya. Ia tahu ia payah. Ia tahu ia cupu. Ia tahu ia tidak bisa melawan Amora. Tapi bukan karena ia takut, melainkan karena ia menyadari kesalahannya. Ia tahu, Amora berhak atas semua ini. Ia pantas mendapatkannya. “Dibanding membuang-buang waktu dengan menunggu Amora yang tak kunjung ada,” gumamnya, lebih kepada dirinya sendiri.
106.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 143 Beses bilang envy am i wrong
Read
+Library
MY Enemy MY Husband

MY Enemy MY Husband

Ucap Raline dengan meninggikan sedikit Suaranya. Lala tertegun,ia mendengarkan sedikit demi sedikit curahan hati sahabatnya ini. "Kamu sedang cemburu dan itu wajar" Jawab Lala. Sontak Raline tertegun, matanya membulat sempurna. Ia selama ini menghalau pikiran nya dan menganggap semua ini karena kebencian nya. Tetapi, sekali lagi sahabat nya mengatakan bahwa ia sedang cemburu.
1044.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.0K Beses bilang envy am i wrong
Read
+Library
Si Pecundang Pemilik Api Abadi

Si Pecundang Pemilik Api Abadi

"Semuanya jangan sampai keluar dari area!!" Ding... Envy : "sialan!! Rupanya anak kesayanganku malah sudah jatuh ke tangan bocah ingusan?! Astaga, padahal aku mengharapkan ending yang bagus! Ini di luar kendaliku!" Glutony : " harusnya kalau kamu menurutiku dan membiarkan aku memakannya, mungkin mereka tidak akan mendapatkan bantuan yang kecil itu! Lihat mereka jadi tidak bergantung pada kita para iblis untuk meningkatkan kekuatan mereka! Ini fatal!! Dasar envy bodoh!! Kenapa kau buang telur Devine beast ke tempat sampah sistem!!"
102.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 50 Beses bilang envy am i wrong
Read
+Library
SENTUHAN YANG SALAH

SENTUHAN YANG SALAH

“Dengar, Anya. Di sini, cara pandang orang tentang ‘pakaian kerja’ berbeda. Kalau lu mau bayaran yang cukup untuk rumah sakit Arka, lu harus berhenti berpikir sebagai desainer idealis dan mulai berpikir sebagai aset. Pak Tama tidak membayar sekretaris untuk merapikan dokumen saja. Dia membayar untuk estetika.” Anya menunduk. Kata aset terasa seperti tamparan keras. Ia merasa harga dirinya perlahan luruh, digantikan oleh rasa putus asa yang kian pekat. Ia teringat wajah Arka, adiknya yang pucat di ranjang rumah sakit, yang selalu tersenyum meski menahan sakit. Bayangan itu cukup untuk membuat Anya menelan ludah, menekan ego dan rasa malunya jauh ke lubang terdalam di dadanya.
10146 viewsOngoingIdinagdag sa Library 4 Beses bilang envy am i wrong
Read
+Library
Enemate, Enemy To Soulmate

Enemate, Enemy To Soulmate

tanya Prudence. "Tidak terlalu tapi cemburuannya yang membuat Oom tidak tahan. Tahu sendiri kan Oom tipe kalau sudah suka ya satu saja. Oom tidak tertarik dengan para model juga," jawab Erhan. Prudence mengangguk. "Tante Amber salah jika menilai Oom Erhan playboy." Erhan tersenyum. "Ember! Giant Labubu ini kan bukan tipe sana sini OK."
103.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 118 Beses bilang envy am i wrong
Read
+Library
PREV
12
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status