PENDEKAR TAPAK DEWA
Ia melanjutkan berkhalwat.
La Mudu, tidak menyahuti sepatah kata pun. Hanya menghentikan langkah sesaat, tak berpaling. "Selamat tinggal, Ato, guruku. Jika Sang Dewata Agung masih menghendaki, mada akan datang menjengukmu!" gumamnya, sebelum ia melanjutkan langkah kakinya, meninggalkan orang yang amat dia cintai seorang diri.
* * *