Sentuhan Panas Ayah Tiri
Tawaran itu persis seperti yang diharapkan Raisa, bahkan lebih cepat dari dugaannya.
“Kamu hanya perlu melakukan satu hal,” lanjut Fajar, suaranya memberat. “Kamu hanya perlu ada untukku, melayaniku, kapan pun aku mau,” katanya terdengar ambigu. Tapi Raisa mengerti maksudnya.
Raisa menatapnya dengan mata membelalak, seolah tidak percaya dengan apa yang ia dengar.
“Saya… saya tidak tahu, Pak,” katanya dengan suara bergetar. “Ini semua terlalu cepat. Saya… saya perlu waktu untuk berpikir.”