NODA CINTA
Bu Yeni dapat mengetahui kemarahan suaminya, dari gerak tangan yang tak henti sesekali dikepalnya, kadang kencang hingga terlihat gemetar dan kemudian melonggar.
Di saat Pak Nana mengencangkan kepalan tangannya, dengan nafas mulai terdengar berat, di situlah Bu Yani mengusap tangan Pak Nana satu lagi, yang terus berada dalam genggaman Bu Yeni. Berharap sebuah sentuhan mampu menenangkan amarah Pak Nana.
“Lalu siapa yang akan pergi ke rumah gadis itu?” tanya Pak Nana, dengan intonasi suara datar serta kaku.