DENDAM
"Wanita kejam, pantas saja hidupmu di liputi nasib buruk! Sama seperti hatimu, hanya ada keburukan."
Alia tertawa gelak. "Apakah hatimu bagus? Pengkhianat, lelaki pemuja selangkangan."
Aku tersenyum sinis. "Wanita model kamu ini, akan puas hati, jika lawannya merasa ketakutan. Sebab kamu sudah menunjukkan dirimu sebenarnya, maka aku tidak perlu segan lagi, untuk menunjukan kegilaanku."
"Apa maksud kamu?" bentaknya.