Rindu yang Lupa
"Kalau ketinggalan, aku bisa telpon Kak Akhtar buat antar sekolah, sekalian antar Kak Caca kuliah,"
"Maumu, payah!"
"Sudah, buruan kamu mandi, Ca. Lalu sarapan di bawah!"
"Siap, Ibu." Caca berlalu pergi menuju kamar mandi usai mencium pipi Ibu.
Agenda hari ini Caca ingin keliling kota mencari tempat yang tepat untuk mengabadikan sejarah. Ia juga akan menghubungi beberapa wartawan supaya pamerannya disiarkan dan dikenang zaman secara berlanjut. Pergi sendirian rasanya mustahil. Seusai mandi ia hubungi Akhtar, beruntung alam sedang berpihak padanya. Pagi ini Akhtar tidak memiliki jadwal kuliah, pun demikian dengan Caca.
Bab Populer