Menikahi CEO, Penyesalanku
Aku berdiri menyamping di dapur yang sempit, dan sibuk di depan kompor.
Cahaya matahari sore menyorot lembut ke wajah aku, menyoroti rambut abu-abu di pelipis dan garis-garis halus di sekitar mata. Tangan aku memegang panci sup. Tatapan aku fokus, tenang, penuh kelembutan.
Aku tampak seperti seorang wanita yang seluruh dunianya terkandung di dalam panci itu.
Foto itu tanpa filter. Tanpa pengeditan foto. Sedikit buram, asli, dan sangat nyata, hingga membuat dada siapa pun yang melihatnya terasa sesak.