Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sketsa

Sketsa

Gavin meraih buku sketsa Naya, lalu mengangkatnya tinggi-tinggi sembari mengamati lekuk wajah Gerald. "Hei, kembalikan!!" Laki-laki itu semakin mengulurkan tangannya ke atas untuk mencegah Naya merebut kembali buku sketsanya. Di lihat dari manapun sketsa ini memang mirip dengan dirinya. Hanya warna mata nya saja yang beda. "Jangan bilang selama ini kau suka padaku? Aku tidak menyangka ini.." Gavin menatap horor wajah Gerald yang ada pada buku sketsa gadis itu.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai gambar sketsa elsa
Baca
+Pustaka
Cinta Dalam Riuh Salju

Cinta Dalam Riuh Salju

Bentuk lingkaran, sayap, dan garis-garis kecil di dalamnya. Elias masuk, membawa dua cangkir cokelat panas. “Apa yang kau gambar?” Elena menutup bukunya cepat-cepat. “Tidak apa-apa, hanya bintang.” Elias menatapnya sesaat, lalu tersenyum. “Kau seperti aku waktu kecil — selalu menyembunyikan sesuatu.”
846 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai gambar sketsa elsa
Baca
+Pustaka
Suamiku (Bukan) Tuan Muda Bodoh

Suamiku (Bukan) Tuan Muda Bodoh

Semoga kamu suka. Di bawah tulisan itu, Esme mulai menggambar—tangan mungilnya lincah membuat sketsa dua sosok kecil. Seorang pangeran berjas dengan mahkota sederhana, dan seorang gadis mengenakan gaun bertabur bintang. Tangan mereka saling bertaut. Esme tersenyum tipis melihat hasil karyanya.
1039.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 990 kali sebagai gambar sketsa elsa
Baca
+Pustaka
Insinyur Termalas Dari Dunia Lain

Insinyur Termalas Dari Dunia Lain

Aku terlalu lelah, terlalu paranoid. "Maaf mengganggu," katanya, menunjukkan sketsa. "Saya mencari gadis ini. Namanya Felicity. Apakah Anda pernah melihatnya?" Elias—jika itu memang namanya—mengamati sketsa itu lama. Terlalu lama. Matanya, meskipun tampak lemah, menelusuri setiap garis wajah dengan intensitas yang aneh. Lalu ia menggeleng.
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai gambar sketsa elsa
Baca
+Pustaka
Menjadi Pengasuh Anak Presdir yang Kutinggalkan

Menjadi Pengasuh Anak Presdir yang Kutinggalkan

Sambil menunggu Cassel, kini Elsa duduk diam di sebuah bangku yang berada di depan tokonya. Gadis itu membuat beberapa kerajinan origami kupu-kupu dari sebuah kertas mengkilat warna-warni. "Elsa..." Suara Cassel membuat Elsa tersentak pelan. Gadis cantik itu mengangkat wajahnya dan dia langsung berdiri sambil memasukkan beberapa barang-barangnya ke dalam tas. "Kau sudah sejak tadi, kah?" tanya Elsa. "Heem, kau terlalu fokus dengan pekerjaanmu," ujar Cassel tersenyum tipis.
9.9140.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.4K kali sebagai gambar sketsa elsa
Baca
+Pustaka
Menantu Penguasa yang Tak Terlihat Kaya

Menantu Penguasa yang Tak Terlihat Kaya

Di seluruh penjuru ruangan mengambang aroma segar yang menyenangkan. "Ini beberapa sketsa desain yang pernah kubuat. Aku mau mengujimu dulu. Coba lihat dan ceritakan apa yang kamu tangkap dari sini." Elena duduk di depan meja kerjanya, meletakkan tumpukan dokumen sketsa di atasnya, dan menatap Ethan dengan sorot mata yang cerdas dan penuh ekspektasi. "Boleh aku lihat?" Ethan mengambil sketsa yang paling atas dan menelitinya dengan seksama.
3.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai gambar sketsa elsa
Baca
+Pustaka
Sketsa Hujan

Sketsa Hujan

"Tapi ada hujan, kan? Kita sudah sepakat. Kalau kamu kangen, gambar hujan. Kalau aku kangen, aku bakal kirim rekaman suaranya lewat kurir kapal kalau perlu." Elang mengeluarkan sebuah buku bersampul kain linen berwarna abu-abu dari saku depan tasnya. Sebuah buku yang tampak kontras dengan perlengkapan outdoor-nya yang serba teknis. "Ini buku sketsa baru. Masih kosong. Aku mau kamu isi ini. Jangan cuma gambar gedung atau kopi di kafe. Gambar apa pun yang kamu rasain selama aku nggak ada. Hitam di atas putih dulu nggak apa-apa. Nanti, waktu aku pulang, aku mau lihat buku ini penuh dengan warna."
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 105 kali sebagai gambar sketsa elsa
Baca
+Pustaka
Nona Kesayangan Dua Pria Tampan

Nona Kesayangan Dua Pria Tampan

Elma sendiri kini sudah duduk manis di sofa satu-satunya yang terletak di ruang tengah sambil mengamati beberapa lukisan jadi yang dipasang di dinding kediaman Kai dengan ekspresi penasaran. “Lukisan yang kau buat indah, Kai,” ungkap Elma jujur memberikan pujian. Pandangannya tertuju pada satu lukisan yang menggambarkan seorang gadis kecil dalam posisi membelakangi dengan sebuah boneka kelinci di tangannya sedang memandang ke arah lautan lepas. Kontras dan pemilihan warna serta penggambaran dari suasananya sangat tepat sehingga sangat menyedot perhatian.
9.35.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 145 kali sebagai gambar sketsa elsa
Tampilkan Ulasan (6)
Baca
+Pustaka
Rosalinda Armanda
Ceritanya bagus banget ka seru, tapi rada panas dingin juga hehehe... tapi gatau kenapa lebih suka interaksi Elma sama Arash, moga aja end game ya wkwkwk... tapi sama Kai juga gapapa sih soalnya hot ...
Bernanda Aditya
gue kira ini tipikal buku yang cuma gitu doang. aslinya kagak cuy, di awal emang disuguhin dengan beberapa adegan hot dan kayak main-main tapi pas baca kesananya gilaaa... character development-nya kerasa terutama arash sama kai. rekomen...
Baca Semua Ulasan
Terikat Kontrak Pernikahan CEO Posesif

Terikat Kontrak Pernikahan CEO Posesif

"Tapi kenapa aku gak bisa menjauh juga?" Raska sedang mencoret-coret ide mural baru. Ezra datang dengan alasan meminjam cat. Raska melirik, sopan seperti biasa. “Kamu butuh bantuan?” Ezra menatapnya tanpa senyum. “Nggak. Cuma lewat.” Tapi saat hendak pergi, Ezra melihat sketsa kecil Raska di kertas kerja—gambaran seorang gadis sedang tertawa sambil memegang saputangan biru.
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai gambar sketsa elsa
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
8
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status