Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Suami Idaman

Suami Idaman

Elvano langsung menoleh, menutup laptopnya begitu mendengar nada suara Aya yang tidak biasa. Aya menyodorkan kertas yang dia bawa. “Aku bikin ini tadi siang…” Elvano menerimanya, membuka perlahan. Di dalamnya ada... gambar. Sketsa tangan. Canggung, tidak terlalu bagus, tapi jelas menggambarkan dua sosok: seorang perempuan dengan tangan terlipat di dada dan ekspresi galak, berdiri di sebelah pria dengan senyum lebar, memegang bunga matahari.
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai gambar sketsa elsa
Baca
+Pustaka
Pembantu nakal saya

Pembantu nakal saya

Apa yang kamu sayang, padahal kamu yang melakukannya pasti cantik! "Oh, aku melihatnya membuat sketsa kemarin, tahukah kamu bahwa putrimu Elyse memiliki bakat menggambar. Aku melihat gambarnya, ini oh lihat! Dia membuangnya ke tempat sampah karena dia di tengah, dia mengambil gambar dari itu, dan dia mengeluarkannya dari kertas, dia mengambilnya, saya tidak melakukannya.
17.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 587 kali sebagai gambar sketsa elsa
Baca
+Pustaka
ISTRI UNTUK RAMA

ISTRI UNTUK RAMA

Bukan tentang pekerjaan yang menjadi perhatian Ikbal tapi wajah dan suara dari wanita yang sudah begitu lama dia rindukan. “Bagaimana Pak Ikbal, apa ada yang perlu ditambahkan atau perubahan apa saja yang Anda inginkan dalam rancangan ini?” tanya Elsa sambil menunjukkan desain gambar yang ada di laptop milik Elsa. Tapi sikap Ikbal seperti tidak fokus dengan gambar yang ditunjukkan Elsa dia malah asyik terus memandangi wajah gadis itu. “Ikbal.. Ikbal!” akhirnya Rama memanggil Ikbal dan membuat pria itu terkejut.
106.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 214 kali sebagai gambar sketsa elsa
Baca
+Pustaka
Jerat Sang Iblis

Jerat Sang Iblis

Sketsa seorang balerina. ​"Ini sketsa asli Edgar Degas," kata Damian. "Aku menemukannya di lelang privat di Singapura. Aku ingat kau suka lukisan Impresionis." ​Elena menatap sketsa itu. Indah. Dan sangat mahal. ​"Terima kasih, Damian," kata Elena. "Tapi kau tidak perlu membelikan barang semahal ini setiap kali pergi." ​"Aku ingin memanjakanmu. Aku ingin kau punya hal-hal indah untuk dilihat, bukan hanya tembok gedung ini."
10755 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai gambar sketsa elsa
Baca
+Pustaka
Angin di Antara Kita

Angin di Antara Kita

“Aku juga sempat ragu buat ngajak ketemu. Tapi ada hal yang belum sempat aku kasih.” Ia membuka tas kecilnya dan mengeluarkan sebuah sketsa lusuh — gambar dua tangan yang saling menggenggam, diwarnai lembut dengan pensil arang. Di bawahnya tertulis tanggal — hari ulang tahun Nayla dua tahun lalu. Nayla terdiam. Tangannya bergetar saat menerima kertas itu. “Ini… masih kamu simpan?” Elhan mengangguk. “Aku nggak bisa buang. Karena waktu aku gambar ini, aku tahu… kamu bakal jadi bagian dari hidupku — entah sebagai siapa.”
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai gambar sketsa elsa
Baca
+Pustaka
Sabtu Malam Lisa

Sabtu Malam Lisa

Meskipun Lisa sendiri bukan orang yang terlalu mempercayai tahayul, berhati-hati sedikit tidak akan bikin rugi, bukan? Lisa mengambil buku catatan yang terletak di samping papan. Ia membuka-buka catatan itu, melompati beberapa halaman sekaligus. Buku itu dipenuhi tulisan tangan yang buruk, yang membuat Lisa langsung kehilangan niat untuk mengetahui cerita yang disampaikan tulisan itu. Selain tulisan tangan yang jelek, buku itu juga berisi beberapa sketsa. Kebanyakan sangat kasar dan sulit dipahami bentuknya, tapi ada juga beberapa yang halus dan cukup mudah dimengerti. Lisa tidak begitu terkesan, karena ia sendiri bisa membuat goresan yang lebih baik, tapi di antara sektsa-sketsa itu, ada sa
103.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 151 kali sebagai gambar sketsa elsa
Baca
+Pustaka
Om Bule Kekasihku

Om Bule Kekasihku

Di dalam kotak itu terdapat sebuah set lukisan kecil, buku sketsa tebal, cat air berkualitas, dan kuas kecil yang tersusun rapi. Di halaman pertama buku sketsa, Nadia menulis sesuatu dengan tangan. Elena membacanya keras-keras: "Untuk Elena, supaya kamu bisa menggambar semua tempat indah yang akan kamu kunjungi." Elena memandang Nadia dengan mata berbinar. “Aku suka ini” seru Elena. Ia langsung memeluk Nadia erat. “Terima kasih. Ini hadiah terbaik” ucap Elena.
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai gambar sketsa elsa
Baca
+Pustaka
Aroma Dalam Mimpi

Aroma Dalam Mimpi

Di tengah ruangan, sebuah meja besar dipenuhi dengan sketsa-sketsa desain yang telah dipersiapkan sebelumnya. Elena melangkah mendekat, matanya langsung tertarik pada sketsa-sketsa yang tertata rapi di atas meja. Setiap desain memperlihatkan konsep visual yang begitu detail—garis-garis abstraknya menggambarkan pergerakan, permainan warna yang kaya menampilkan emosi yang dalam, sementara catatan-catatan kecil di sampingnya memberikan penjelasan tentang filosofi di balik setiap karya.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai gambar sketsa elsa
Baca
+Pustaka
AKU TETAP MENCINTAIMU, SAYANG

AKU TETAP MENCINTAIMU, SAYANG

Elyra mendongak, senyum lebar terukir di wajahnya yang polos. “Laut, Bu! Aku lagi bikin laut dengan matahari terbit.” Dia mengacungkan kertasnya. Di sudut kertas, ada dua figur kecil, seorang wanita dan seorang pria, digambarkan berdiri berdekatan. “Bagus sekali,” puji Alya. Matanya yang tajam menangkap detail figur pria dalam gambar Elyra. Ada sesuatu dalam gaya menggambar anak itu... atau mungkin hanya perasaannya saja.
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai gambar sketsa elsa
Baca
+Pustaka
Hati liar sang Alpha

Hati liar sang Alpha

Seorang anak kecil hampir jatuh karena terburu-buru. Elara refleks menangkap bahunya. "Hati-hati." ujarnya lembut. Anak itu mengangguk cepat. Lalu berlari lagi, namun beberapa lembar kertas yang dibawanya terjatuh ke tanah. "Tunggu." Elara memungutnya. Saat itulah ia melihat foto di salah satu lembar tersebut, tangannya membeku. Itu bukan foto. Melainkan sketsa, sketsa wajah.
10736 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai gambar sketsa elsa
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234568
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status