Sang PENEMBUS Batas
"Elang. Tidakkah kau sadar dengan perjalanan hidupmu, yang memang diluar nalar manusia biasa.
Itu adalah tanda 'kau memang dibedakan' oleh Yang Maha Kuasa, dari manusia yang lain, Elang.
Untuk mengetahui 'pembedaan' itu hal baik atau buruk. Maka kau bisa menilainya dari seberapa besar, manfaat keberadaan dirimu di tengah-tengah manusia lainnya.
Apakah kau masih belum mengerti juga Elang..?" kembali Eyang Paminggir memberi pencerahan, dengan memberikan pertanyaan di akhir pencerahannya.
Senyum teduh nampak tak lepas dari wajahnya, yang diselimuti cahaya putih menyilaukan itu.
"Tapi Eyang, perjalanan itu juga membuat Elang harus membunuh orang lain, yang tak sedikit jumlahnya.
Apakah itu suatu
인기 회차