Pesona Ibu Tiri Temanku
Gilbert duduk di tepi tempat tidur, menatap layar ponselnya dengan perasaan campur aduk.
Ia mengetik balasan.
"Aku juga, Ibu. Aku mencoba fokus kuliah, tapi pikiran terus melayang ke Ibu."
Whoosh!
Pesan terkirim. Hanya dalam hitungan detik, balasan masuk.
"Kita harus bertemu lagi, Gilbert. Aku tahu ini gila, tapi aku harus memastikan perasaan ini. Hanya sekali lagi. Setelah itu kita bisa memutuskan apa yang harus dilakukan."