Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Koma

Koma

GERIMIS Gerimis ing latar omah Nelesi lemah garing Kaya-kaya ngece ati iki Ati kang tansah garing Ananging kui gur cerita lawas Dina iki Waktu iki Ati garing wes teles kebes Geting Geting karo gerimis kang gebyur ati iki Kang gawe uripku ruwet Kang gawe atiku ketar-ketir Gerimis metuk udan Udan metuk gerimis Lungo ninggalke lemah teles Meneng-meneng suket tukul ana ing kana Slirahmu sek tak getingi Slirahmu sek gawe awakku guyu Rasa-rasa mendung Maleh dadi rasa tresno Duh, gusti matursuwun Sekabehane puji kagungane. panjenengan
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai gitu
Baca
+Pustaka
Terjebak Gairah Terlarang

Terjebak Gairah Terlarang

Bibir mereka bertemu, lidah saling menjilat, erangan bercampur saat Gito menghantam pinggul Jamie. Suara plok-plok basah dari memek bergema, air menyiram pantat Gito yang berotot. Setelah genjot Jamie hingga gadis itu gemetar, Gito pindah ke Cicilia. Kontolnya keluar basah, langsung menusuk pantat gadis itu kali ini—ia ingat lubang belakangnya masih sensitif. “Pantatmu lagi, Cicilia. Genjot dari belakang sambil Jamie hisap putingmu.”
36.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 830 kali sebagai gitu
Baca
+Pustaka
Tetangga Masa Gitu

Tetangga Masa Gitu

“Gara-gara kamu! Papa hampir telat.” Luna membuka mulutnya tidak percaya mendengar kalimat papanya, menggelengkan kepalanya ketika Andi mencium kening Luna, memilih masuk kedalam kamar untuk menyiapkan dirinya. Toko roti adalah toko yang dibuat sejak kuliah, awalnya hanya membuka pesanan semakin lama pesanannya semakin banyak, membuat Luna memutuskan membuka toko kecil.
2.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai gitu
Baca
+Pustaka
Kuranji

Kuranji

kata Kuranji, menyodorkan buah-buahan hutan kepada Puti Tan. Puti Tan menatap buah itu dengan ragu. “Buah ini tidak beracun. Setidaknya dapat mengganjal perut sampai esok pagi.” Akhirnya Puti Tan mengambil buah tersebut dan memakannya. “Puti, kehidupan dunia luar dan alam liar terlalu berbahaya untuk seorang gadis.” Kuranji berkata tanpa menoleh kepada Puti Tan. Tangannya terus saja mematahkan ranting kayu dan melemparkannya ke dalam api, memastikan nyalanya tidak padam, agar Puti Tan tetap merasa hangat.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai gitu
Baca
+Pustaka
Setitik Hitam

Setitik Hitam

Saat gerbang dibuka, Yura langsung masuk ke dalam dan menutup gerbang. Yura dan Tisha duduk di kursi tamu yang ada di teras rumah itu. Tisha tampak memakan cemilan yang dibawakan Yura. Yura terus menatap gelang yang terpasang di tangan kiri Tisha. Ia berdiri dari kursi tempat ia duduk dan mendekati Tisha. Dengan perlahan ia mendekati pergelangan tangan Tisha. Ia menempelkan tangannya ke tangan Tisha. Magnet yang menjadi hiasan gelang itu menempel dan membentuk sebuah huruf T yang berarti inisial Tisha.
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai gitu
Baca
+Pustaka
Gemintang

Gemintang

Termasuk kini, dua anak lelaki tengah asyik menikmati chicken katsu di kantin dengan cola sebagai teman minumnya. “Sausnya nggak akan lo makan?” tanya Arusha, anak lelaki dengan rambut agak ikal. “Nggak. Pedes ini tuh,” Jivan menjawab dengan bibir yang agak maju karena kepedasan. “Baru segini aja pedes, gimana makan cabe rawit lo,” Arusha mengambil saus sachet yang masih tersisa setengah karena tak dihabiskan oleh Jivan.
105.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 183 kali sebagai gitu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status