Dewa
suara anak mungil menyayat jiwa Dewa.
"Banyak mata yang menanti kebangkitanmu, Dewa." Chika ikut menyahut kebangkitan. "Apakah kau lelah menerangi kegelapan, Dewa? Setelah semua perjuanganmu membahagiakan anak jalanan tercapai, apakah kau ingin membuat mereka kembali terjerembab dalam dunia kelam karena melihatmu terpuruk dan rapuh itu? Dewa, kau bagaikan rembulan yang menerangi gelapnya hidup anak jalanan, jangan izinkan kabut menutupi tubuhmu. Buatlah gelap itu menjadi terang, kami mohon, Dewa. Apakah kau tega melihat Intan, Caca, Agus, Enggar, Ovan, Dendi, Ogi, Rivani, Yazan, Kak Adelia, Mawar, Kak Zafan, aku dan ibumu menangis karena tak kuasa menahan kebangkitanmu? Dewa! Dengarkan aku,
Bab Populer