Oh, My Brother!
kata William sambil bibirnya kembali menyunggingkan senyum sinis yang sangat menghina.
Grace menatap William dengan tatapan benci, ia ingin sekali mencaci-maki, berteriak, mencekik, menampar dan memukuli William yang telah menodainya. Tetapi, ia tidak mampu melajukan semuanya. Di samping tidak memiliki tenaga, semuanya telah terjadi. Waktu tidak mungkin bisa diputar kembali, selaput dara yang telah robek tidak mungkin bisa kembali utuh. Grace hanya bisa pasrah menerima bahwa kini ia bukan gadis yang suci lagi.
"Kau benar-benar iblis yang tidak berperasaan." Akhirnya hanya itu yang mampu Grace lontarkan dari sekian banyaknya cacian dan makian yang menjerit di otaknya.