KINASIH
gumam Asih seraya memutar kemudi ke arah perumahan elit di pusat kota.
Ternyata, kehadirannya sudah dinantikan. Terlihat pintu gerbang yang terbuka lebar dan Sumi tersenyum senang meski wajahnya terlihat lelah.
"As, tolong cari tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Ana. Mengapa hampir setiap hari, selalu saja seperti itu? Aku takut, As. Takut dia kalah oleh pikirannya sendiri," ujar Sumi dengan tangan saling meremas. Matanya berkaca-kaca menatap Asih yang kini mengangguk dan menggenggam tangannya hangat. "Bibi tenang saja. Jangan berpikir terlalu berlebihan, nanti aku coba menanyakannya."
Bab Populer