Sekretarisku Jilbaber
Ingatanku melayang pada beberapa tahun yang silam, saat aku mengetahui bahwa Briana penyuka sesama jenis.
“Tapi aku udah berubah Ka, lihat aku sekarang, aku sedang mempelajari Islam dengan baik,” ucapnya meyakinkan aku. Aku hargai itu, aku juga senang jika dia berubah ke arah lebih baik, tapi aku tak mungkin percaya begitu saja dengan ucapannya. Aku tersenyum getir pada Briana. Gadis yang baru belajar berhijab itu terlihat lebih anggun, tapi aku tak bisa lagi menerima cintanya. Hatiku patah dan sakit.