Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Desa Pulo Majeti

Desa Pulo Majeti

“Ada kakek tua yang menjaga hutan itu, namanya Kakek Apung. Beliau juga warga desa sini dan sudah lama menjaga hutan itu supaya makhluk-makhluk halus yang ada di sana tidak mengganggu warga desa.” “Makhluk-makhluk halus?” Glen mengerutkan alis. “Maksud Ibu kayak hantu atau makhluk gaib gitu?” “Iya, Nak. Kakek Apung bilang ada banyak makhluk berbahaya yang bisa membahayakan warga,” jelas Bu Lastri. Walaupun ekspresinya tenang, tetapi jelas ada kekhawatiran dalam suaranya. Terutama ketika ia memperhatikan Azriel, Glen, Syifa, Rania, dan juga Salsa. “Pokoknya kalian jangan dekat-dekat situ kalau memang tidak harus melewati hutan. Ibu nggak mau kalian kenapa-napa.”
1.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai hantu kakek
Baca
+Pustaka
Rumah Kos Berhantu

Rumah Kos Berhantu

sahut Dito. “Kemalangan bagaimana, Mas Dito?” tanya Virza. “Ada beberapa anak kos yang mengalami kecelakaan, sakit, bahkan ada yang meninggal. Semuanya tampak wajar, namanya juga musibah. Tetapi yang membuatnya disebut kemalangan tidak wajar adalah karena terjadi secara berturut-turut. Dan, katanya juga, si pemilik akhirnya menjual rumah kos itu lagi setelah melakukan pembersihan oleh dukun yang belum tahu darimana asalnya,” ujar Dito.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 129 kali sebagai hantu kakek
Baca
+Pustaka
Suami Wasiat Kakek

Suami Wasiat Kakek

tanya Atalas yang menatap mata Katarina sedari tadi. “Inget kakek Rio, kakek suka banget sama mangga, dulu sampai nyetok di rumah. Kakek sangat suka buah soalnya, aku suka sekali belanja buah sama kakek. Ya begitulah, tapi sekarang kakek udah gak ada,” tutur Katarina lirih.
108.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 215 kali sebagai hantu kakek
Baca
+Pustaka
Ditalak 3 Lewat Telepon

Ditalak 3 Lewat Telepon

ucap pak Suwardi memberi pengertian. “Tapi aku nggak punya kakek dari mama. Kata nenek, kakek aku udah meninggal. Papa sama mamanya mama Adira itu udah nggak ada. Masa tiba-tiba hidup lagi?” protes Davin dan Daffa bersahutan. “Berarti hantu dong!” ungkap Davin dengan polosnya. “Ihh, takut,” sahut Daffa. Pak Syahid yang sedang menangis pun langsung tertawa di dalam tangisnya. Ia gemas dengan tingkah lucu kedua cucunya.
1036.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai hantu kakek
Baca
+Pustaka
Elmaut Berwajah Merah

Elmaut Berwajah Merah

Satu orang berpakaian hitam yang datang bersama Siancu adalah seorang nenek dengan raut wajah penuh keriput bertubuh bungkuk, di tangan kanannya terlihat tongkat hitam yang ujungnya berbentuk kepala setan. Thian Sin ketika melihat raut wajah Cu Beng Kui terlihat jerih ketika melihat nenek bungkuk tersebut, kemudian bertanya dengan nada pelan. “Paman! Siapa nenek itu? Bu Ceng Kui menjawab dengan nada pelan karena takut perkataan nya di dengar orang. “Ban Tok Kui Bo ( Biang Hantu Selaksa Racun ) “Guru ibumu.”
1014.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 566 kali sebagai hantu kakek
Baca
+Pustaka
Rumah Tanggaku Hancur Karena Ibu Mertua

Rumah Tanggaku Hancur Karena Ibu Mertua

Entah angin apa yang membawa Roni, Rizki dan Rina kali ini, ia berjalan untuk bertanya pada seorang kakek tua yang ternyata adalah kakek Slamet. "Assalamualikum, kakek maaf menganggu, apa kakek pernah melihat wanita ini?" tanya Roni yang hendak menunjukan foto Zahra. Namun sayangnya niat Roni terurungkan kala mendengar suara nenek Misni memanggil. "Kakek," panggilnya yang membuat kakek Slamet seketika menoleh. "Ayo pulang, kayu bakarnya udah banyak," ucapnya yang membuat kakek slamet kini melangkah meninggalkan tempat.
1010.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 404 kali sebagai hantu kakek
Baca
+Pustaka
Lelaki yang Tak Terlihat Kaya

Lelaki yang Tak Terlihat Kaya

Kisah yang sedang dibawakan berjudul 'Legenda Pengasuh Capra' dan pria berjanggut itu menggunakan nada suaranya yang paling serius saat bercerita. Pada dasarnya, kisah itu menceritakan tentang seorang nenek tua yang tinggal di padang pasir. Tidak ada yang tahu dia manusia atau hantu, tetapi yang terpenting adalah makanan, nenek tua itu gemar menghisap darah manusia sampai kering! Oleh karena itu, bisa saja semua pembunuhan yang terjadi sebelumnya dilakukan oleh Capra Nanny! Tidak hanya menakutkan, dia juga sangat kuat dan tahan peluru. Tidak ada yang bisa membunuhnya bahkan dalam mimpi sekalipun dan beberapa pihak bahkan mengatakan setiap orang normal yang melihatnya akan mati di tempat!
924.9M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 822.2K kali sebagai hantu kakek
Tampilkan Ulasan (23624)
Baca
+Pustaka
arie driver
baru sampe bab 47 haduh, kemaren udah tunda baca karna koin bonus abis.. eh sekarang udah abis lagi aja cepet bener.. gak ke bayang sampe 1881 tunda berapa lama bacanya.. fix daripada penasaran yang berkelanjutan dan malah jadi kerjaan, kita uninstall ajalah yak........ thanks udah bisa baca sampai 47
andi paraita
gw udah baca SAMPAI TAMAT, kesimpulannya *duit habis 1,6jta lebih baru bsa tamat *ceritanya banyak yg gak nyambung prtengahn smpai AKHIR dan pas akhir pun seolah² dipaksa Di tutup aja biar tamat gak nyambung wkwk *cerita awal Dan Akhir Lumayan seru Dan pada Dasarnya ceritanya ngehalu tingkat Dewa ...
Baca Semua Ulasan
Ada Hantu Di Ujung Jalan

Ada Hantu Di Ujung Jalan

Di ruang tengah rumah Dimas yang kini lebih mirip dengan arena gladiator daripada tempat tinggal, meja makan sudah berjungkirbalik, karpet melayang-layang dan lampu gantung berkedip seperti lampu disko. Pasukan hantu makelar satu per satu mulai tumbang. Tuyul mutan terkena jebakan ‘Kalimat Nasehat dari Ibu’ dimana mereka langsung menangis dan memutuskan pensiun. Hantu awan menguap sendiri karena Awan melemparkan ‘Debu Pengingat Mantan’ yang sangat emosional. Sementara nenek bertongkat listrik malah sibuk bermain kartu remi dengan boneka kuntilanak karaoke.
1.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai hantu kakek
Baca
+Pustaka
SEMALAM DENGAN PREMAN

SEMALAM DENGAN PREMAN

Di belakang punggungnya dia membawa karung, diangkat seperti karung beras saja. “Maaf sebelumnya Kek, kami telah datang ke tempat ini, tapi … kami ada keperluan di sini,” ucap Zavier dengan wad-was. Sebenarnya hatinya merasakan cemas, takut bercampur deg-deg an. Wajar, dari dulu Zavier takut hantu, melihat wajah sang kakek yang tampak di film-film horor membuat Zavier sedikit takut. “Tidak ada yang perlu dicari di sini! Pergi kalian!” teriak Kakek tersebut dengan muka garang.
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 137 kali sebagai hantu kakek
Baca
+Pustaka
Rumah Kakek

Rumah Kakek

Tiap kali aku berkunjung setelah tak tinggal lagi di sini, salah satu temanku pernah berkata, “Dara, sekarang rumah kamu terkenal angker di komplek ini, loba jurig!” Jujur, mendengar ucapan itu aku cukup sedih karena bagaimanapun juga, ini rumah mendiang kakek dan nenek yang sangat kusayangi. Aku hanya bisa terdiam tanpa kata sembari memberi senyum kecut saat mendengarnya. Bagaimana bisa rumah ini jadi di kenal dengan rumah hantu?! Gumamku kesal.
105.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 158 kali sebagai hantu kakek
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status