Pelukan Hangat Tuan Presiden
Semua orang terdiam mendengarkan Deo menyanyi, terpaku dengan suaranya yang tidak pernah mereka duga sebelumnya.
Di sudut sofa, tatapan Erika sama sekali tidak lepas dari wajah pengawal Sera itu. Ia meremas ujung kausnya pelan, mendengarkan setiap bait yang dilantunkan Deo.
Sera yang duduk tepat di sebelah Erika perlahan menoleh. Sepasang matanya menatap lekat wajah sahabatnya, menyadari bagaimana mata Erika terus memperhatikan Deo tanpa berkedip sedikit pun. Lagu yang Deo nyanyikan saat itu benar-benar terdengar sangat syahdu, seolah-olah liriknya sengaja dipilih sebagai bentuk ungkapan isi hati yang selama ini terkunci rapat di dalam dadanya.