LOGINDi balik pintu besi yang dingin, Harris mengira ia akan menemukan akhir dari penderitaannya. Namun, yang ia temukan adalah pengkhianatan dari orang-orang terdekatnya. Dibuang, dihina, dan dianggap tak lebih dari sampah, ia terpaksa menelan pil pahit. Pengkhianatan istrinya, Sera, dan sahabat karibnya, Simon, menjadi luka yang tak tersembuhkan. Ia jatuh ke titik terendah, kehilangan segalanya, bahkan suaranya. Di tengah putaran nasib yang kejam, ia bertemu Queen, tunangannya dari masa lalu. Di hadapan Queen, Harris yang tak berdaya kini harus bangkit. Dengan dendam yang membara di dada dan kekuatan misterius yang bangkit dalam dirinya, akankah ia mampu membalikkan takdir? Atau apakah ia hanya akan menjadi badut bagi takdir itu sendiri?
View MoreDarren nyaris meledak karena amarah. Setelah mengetahui bahwa Harris bahkan mampu mengalahkan Ariel, dia sudah sama sekali tidak berniat membalas dendam. Satu-satunya hal yang dipikirkannya sekarang hanyalah mencari cara agar Harris bersedia melepaskannya. Namun, di saat genting seperti itu, Jonathan justru terus menuangkan api dalam bensin dan memprovokasi Harris, seolah sengaja ingin menyeretnya menuju kematian.Semakin memikirkan hal itu, kemarahan Darren semakin sulit dikendalikan. Dia kembali menerjang Jonathan, lalu menghujaninya dengan tendangan dan pukulan sambil memaki tanpa henti."Kenapa aku memukulmu?!" bentaknya geram. "Masih berani bertanya?! Semua gara-gara mulutmu! Kau sendiri yang mencari masalah, lalu menyeretku ikut menanggung akibatnya. Orang bodoh sepertimu memang pantas dipukul!"Jonathan sama sekali tidak berani melawan. Dia hanya bisa meringkuk di lantai sambil melindungi kepala, membiarkan tubuhnya dihantam bertubi-tubi. Jeritan kesakitannya terus menggema di
Beberapa saat kemudian, Ariel menghembuskan napas panjang. Suaranya terdengar dipenuhi rasa tidak berdaya saat berkata, "Darren... kali ini aku tidak bisa membantumu.""Apa?" Darren berseru tidak percaya. "Kenapa? Harris bukan cuma berani menghina Kak Ariel, dia juga bilang kalau Kakak datang, dia akan melumpuhkanmu! Apa Kakak tidak ingin datang dan memberinya pelajaran?"Ariel hanya tersenyum pahit. "Tentu saja aku ingin membalasnya, tetapi aku tidak mampu." Dia terdiam sejenak sebelum melanjutkan, "Pagi tadi aku sudah bertarung dengannya, dan aku dikalahkan hanya dengan satu serangan. Kalau aku datang sekarang, yang benar-benar dilumpuhkan justru aku."Ucapan itu menghantam Darren bak petir di siang bolong.Seluruh tubuhnya membeku. Ponsel yang digenggam hampir terlepas dari tangannya, sementara pikirannya dipenuhi gelombang keterkejutan yang tak mampu dibendung.Di ujung telepon, Ariel kembali berbicara dengan nada sungguh-sungguh. "Darren, kalau kau benar-benar telah menyinggung H
Jonathan mengenal reputasi Ariel dengan sangat baik. Sebagai jenius yang menduduki peringkat ketujuh Mahabintang dan hanya selangkah lagi memasuki Fase Transenden, Ariel merupakan sosok yang nyaris tak tertandingi di kalangan generasi muda. Dalam bayangannya, Harris tidak mungkin mampu bertahan menghadapi orang seperti itu.Semakin membayangkan Harris akan tewas di tangan Ariel, Jonathan semakin merasa puas. Seluruh penghinaan yang baru saja diterimanya seolah akan segera terbalaskan, membuat suasana hatinya terasa begitu lega.Sayangnya, semua itu hanyalah khayalan Jonathan sendiri. Harris bahkan tidak meliriknya sedikit pun karena di matanya pria itu tidak lebih dari seorang badut yang terus melompat demi mencari perhatian. Menghabiskan waktu untuk menanggapi orang seperti Jonathan saja sudah terasa sia-sia, apalagi menganggapnya sebagai ancaman.Telepon di tangan Darren Atmaja akhirnya tersambung.Tak lama kemudian, suara Ariel terdengar dari seberang sana. "Darren, ada apa? Kenapa
Melihat tindakan itu, Harris sama sekali tidak menunjukkan kepanikan. Dia hanya tersenyum tipis dan berkata, "Silahkan. Kalau memang ingin memanggil orang Keluarga Atmaja, aku akan menunggu. Kuharap orang yang kau panggil tidak mengecewakanku."Darren mendengus dingin. "Menghadapi orang sepertimu tidak perlu sampai mengerahkan seluruh Keluarga Atmaja." Senyum sinis kembali muncul di wajahnya. "Kakak seperguruanku kebetulan sedang berada di Kota Arcapura. Begitu dia datang, kau pasti mati tanpa tempat untuk dikuburkan."Harris sedikit mengangkat alis. Tatapannya tetap tenang, tetapi secercah rasa penasaran tampak melintas di matanya ketika dia bertanya, "Kakak seperguruanmu?"Darren langsung membusungkan dada. Wajahnya kembali dipenuhi kesombongan seolah telah menemukan penyelamat yang mampu membalikkan keadaan. "Kakak seperguruanku adalah Ariel Kusuma!" ujarnya dengan bangga. "Dia jenius yang menduduki peringkat ketujuh dalam daftar Mahabintang, telah mencapai ambang Fase Transenden,
"Sentuh aku, dan dia akan berhenti bernapas dalam sepuluh detik," ujar Harris, tatapannya terkunci pada putra Tuan Hidayat, Bima.Ada aura tak terbantahkan dalam dirinya, sebuah ketenangan sedingin es di tengah badai emosi, yang membuat kedua pengawal berbadan tegap yang maju menjadi ragu. Langkah
"Kau sudah punya alatnya. Sekarang apa?" tanya Queen saat mereka berada di dalam Bentley, melaju tanpa suara melewati jalanan lengang di kawasan elite. Di dalam mobil, aroma kulit mahal berbaur dengan aroma samar kayu cendana dari kotak yang tergeletak di pangkuan Harris. "Kau tidak bisa langsung m
Queen mengangkat sebelah alisnya yang terpahat sempurna, sebuah gestur kecil yang memancarkan keraguan sedingin es. "Kau?" ejeknya, nada suaranya tajam menusuk. "Seorang pria yang beberapa jam lalu sekarat di selokan, akan menyembuhkan penyakit yang bahkan ditolak oleh tim dokter kepresidenan?"Sar
Mendengar suara itu, Harris tidak tersentak. Dia hanya menoleh perlahan, matanya yang kini jernih dan tajam bertemu dengan tatapan dingin wanita itu. Di masa lalu, komentar sarkastis seperti itu akan membuatnya menunduk malu. Kini, dia hanya merasakan ketenangan yang aneh.Pengetahuan yang membanji






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews