Rasaku Ditelanjangi
Tapi tubuhnya bicara.
Sekali, dua kali, tiga dorongan panjang dan penuh—dan gelombang itu pecah.
Klimaks itu datang seperti badai yang lembut. Membawaku naik, mengguncangku dari dalam, dan menelan seluruh kesadaranku dalam satu tarikan napas yang panjang, dan tak selesai.
Aku melengkung, menggeliat di bawahnya, bibirku terbuka tanpa suara, hanya napas tercekat, tubuhku bergetar keras di bawah tubuhnya.