Gelang Langit
Lelaki bermata kelabu menjawab, suaranya tenang seperti batu tua yang bicara setelah seribu tahun, “Langit yang selama ini kalian kira diam, sebenarnya sedang mendengar. Tapi gema yang datang padanya... retak, tak seimbang. Dan itu karena satu unsur belum kembali ke tempatnya.”
Rakasura mendekat, menatap mata lelaki itu. “Unsur apa yang kau maksud?”
“Tanah. Fragmen terakhir. Ia tersembunyi lebih dalam dari yang kalian kira. Bukan di langit, bukan di bumi... tapi di antara keduanya.”
Tirta mengerutkan kening. “Maksudmu... di dunia mimpi?”
Perempuan tua bersuara, “Lebih tepatnya... dunia bawah. Bukan neraka. Tapi tempat gema-gema yang ditolak. Tempat suara yang pernah dilupakan.”
인기 회차