Aku Di Antara Pernikahan Pertama
Bian memperhatikan ujung lancip sepatu Aqilah.
"Sampai malam pakai kayak gini, patut saja kaki kamu lecet. Lain kali, pakai yang nyaman aja kenapa sih?"
"Kurang cantik di pandang mata."
"Ya elah, yang pandang itu muka, bukan kaki."
"Tapi tetep aja, kalau sepatunya jelek, penampilan ikut jelek. Kurang perfect."
Astaga. Apa perfect itu suatu keharusan? Bahkan saat merasa tidak nyaman ataupun sakit, harus rela menahan demi sebuah kata, perfect. Apa semua wanita seperti itu?
Bab Populer