Adik Angkat
Windabima temanku yang imutibumu mengetuk pintu kamar membawa sarapanbekas cakaran saat bangun tidursebening embun pagi
gumam Bimo sembari mencebik bibirnya.
"Diem! Kamu Dek." Aku menyenggol bahu bocah berbadan agak gemuk dengan kaos hitam lengan pendek, dan celana Jogger warna abu-abu di bawah dengkul.
Bimo melirikku dengan tatapan kesal, "Hm, gak kapok-kapok, mau ngapain lagi sih dia kesini? Mbak," protesnya dengan suara di tahan.