Sebuah Penyesalan
Pungkasnya sembari menengok pada Dexe juga Rizwan.
Jibs seperti sedang melampiaskan kesedihannya dengan tertawa. Tepatnya sesal pada apa tindakannya, masa muda penuh prestasi, gugur karena iri hati pada temannya sendiri. Mengisahkan kepiluan karena tindakannya yang telah mengkhianati. Juga, wanita yang menurutnya tidak berdaya serta hanya butuh materi saja, telah membuat dirinya merasa menjadi lelaki yang tidak memiliki harga diri. Jibs salah besar dalam menilai wanita. "Maafkan Ayah, Alex. Maafkan Aku, Jhon...." Ucapan itu diakhiri dengan menaruh pistol yang dia ambil cepat dari tangan Rizwan tepat di kepalanya.