BERCINTA DENGAN HANTU
Si indigo segera melajukan mobil kembali membelah kabut malam, hujan rintik masih terus berlanjut, fiper kaca mobil masih bergerak ke kanan dan ke kiri, di setel lambat, karena hujan tidaklah lebat, jalanan tampak lengang, hanya beberapa mobil yang berseliweran, udara dalam mobil terasa dingin, karena harus menghidupkan volume AC dengan agak tinggi, agar tidak menimbulkan kabut di kaca, entah mengapa suasana malam itu terasa mistis, mungkin perasaan si teman indigo itu saja kali yah.
“Bro, hantu tadi itu perempuan apa laki-laki?” tanya si teman itu masih penasaran, dia merasa ada yang mengganjal, keingintahuannya sangat tinggi.
“Perempuan” jawab si indigo.
“Lha, namanya siapa” tanyanya lagi.
Capítulos em Alta