Lusia
“Tolong jangan.... “ rintih Lusia untuk yang terakhir kalinya, karena penghalang itu di sobek dengan mudahnya. Air mata Lusia menetes saat permintaan penuh keputus asaanya tak di dengar, pria itu malah mulai melepaskan kancing kemeja yang ia kenakan. Membuka penutup tubuhnya sendiri dan memperlihatkan tubuh yang terpahat sempurna. Otot otot liat layaknya laki – laki gagah.
“Aku membelimu, dan ini adalah balasan yang harus kamu lakukan... “ ucap pria itu dengan penuh arogansi.
“Aku tidak pernah menjual diriku sendiri!” bantah Lusia dengan suara keras, di saat tubuhnya tak bisa melawan, hanya bibirnya yang bisa terus menyeruakan perlawanan.
“Nyatanya aku sudah membelimu, dengan harga yang san
인기 회차