Misunderstanding
’ Tanpa sadar, Ara menggeleng.
"Jangan sampe, jangan sampe!" desis Ara pelan sembari tetap berjalan menunduk. Sesekali jemari kanan membenarkan letak kacamata tebalnya, hingga Ara pun tidak sengaja menabrak seorang laki-laki ketika mereka sama-sama hendak memasuki ruang kepala sekolah.
"Ampun deh, Rara. Lo kalau jalan lihat-lihat! Mata aja ada empat, jalan selebar ini lo enggak lihat?" cicit laki-laki yang ditabrak.