Selubung Memori
Firdaus Callistakering sudah air matakumadara aku hampir matisaat air mataku mengalirtangan di sayat berdarah
Keempat: kalau dia niat bicara, melalui telepon yang baru saja dia gunakan semestinya sudah cukup daripada harus kemari.
“Apa maumu?” tanyaku.
“Keluar saja.”
“Oke. Aku tidak mau bilang ini pada pembuatnya—tapi kau tahu di Gerha ada sistem bernama bel? Jadi, di depan Gerhaku ada bel, kau bisa tekan itu untuk memanggilku, dan kau tidak perlu menelepon, bahkan repot-repot bicara denganku hanya untuk membuatku keluar. Kau ingat? Oke, jadi—” Kemudian terdengar bel ditekan, yang membuatku mendesah.
人気のチャプター