SUAMIKU SUAMIMU

SUAMIKU SUAMIMU

last update最終更新日 : 2022-11-29
作家:  Aina D完了
言語: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
10
12 評価. 12 レビュー
189チャプター
58.6Kビュー
読む
本棚に追加

共有:  

報告
あらすじ
カタログ
コードをスキャンしてアプリで読む

概要

Perbedaan Usia

Pengkhianatan

Dewasa

Perselingkuhan

POV 1

Drama

Mandiri

"Lebih baik melepaskan dengan keikhlasan dari pada bertahan dengan keterpaksaan." (Nuri Wulandari) "Aku lelah, aku kehilangan arah. Bantu aku menemukan diriku kembali." (Andri Firmansyah) "Jangan pedulikan aku, agar aku tidak terjebak lebih dalam. Aku takut tak mampu mengendalikan perasaanku." (Rini Anggraini) Kisah cinta segitiga yang penuh drama dan konfik. Bagaimana akhir dari takdir ketiganya?

もっと見る

第1話

BAB 1

Kulirik jam dinding di atas kepalaku. Pukul 12:10. Astaghfirullah, pantas saja perutku mulai berontak minta diisi rupanya sudah masuk jam istirahat makan siang. Segera kubenahi berkas-berkas yang masih berserakan di meja kerjaku. Ya, sedari pagi aku tidak meninggalkan meja kerjaku sebab ada beberapa pekerjaan yang harus segera kuselesaikan. Aku bekerja sebagai  staff Aparatur Sipil Negara sejak 5 tahun lalu setelah mencoba peruntungan dengan mengikuti tes masuk ASN.

“Nuri, masih di sini? Bukannya tadi sudah izin mau pulang lebih awal?” Terdengar suara Pak Indera, atasanku di kantor ini.

“Iya, Pak. ini lagi siap-siap mau cari makan sekalian pulang. Maaf ya, Pak. Berkas kontrak kerjanya belum selesai Insya Allah akan saya selesaikan besok,” jawabku sambil meraih gawai dan tas kerjaku.

“Tidak masalah Nuri, batas perjanjiannya masih sampai senin depan. Uruslah dulu putramu hingga benar-benar sehat kembali baru memikirkan kerjaan kantor.”

Aku memang minta izin pulang lebih awal untuk membawa anak sulungku Aldy ke dokter, 2 hari ini badannya panas dan setiap malam tidur mengigau bahkan semalam Aldy menangis dalam tidurnya.

“Terima kasih pengertiannya Pak Indera, saya pamit dulu, ya, Pak. Assalamualaikum,” sahutku sambil berjalan keluar kantor.

***

Baru sekitar sepuluh menit di jalan raya, terdengar Azan Zuhur berkumandang. Kubelokkan mobilku ke arah restoran yang ada di pinggir jalan raya. Selain untuk mengisi perut juga membeli makanan untuk Aldy karena selama sakit dia tidak berselera makan. Di area resto juga ada mesjid, aku berencana salat zuhur dulu. Aku menengok kanan kiri mencari tempat parkir namun sepertinya area parkir penuh, restoran ini memang selalu penuh sesak di jam-jam istirahat seperti ini.

Setelah menunaikan salat zuhur di mesjid sebelah resto, aku melangkah ke arah restoran dan kemudian memilih naik tangga yang agak memutar ke lantai 2 resto karena di bawah sepertinya penuh.  Aku memilih duduk di dekat jendela kaca yang lebar dan menyajikan pemandangan jalan dan sebagian sudut restoran dilantai bawah. Desain restoran ini dibuat sedemikian rupa sehingga lantai dua dan lantai satunya terlihat seperti bangunan yang berbeda. 

Aku makan dengan lahap sambil sesekali berbalas chat  dengan Aldy, kusuruh ia bersiap untuk segera kujemput. Aku mengedarkan pandanganku ke bawah melihat lalu lalang kendaraan pengunjung restoran yang baru datang dan yang keluar dari parkiran.

Tiba-tiba netraku menangkap sosok yang tidak asing lagi di resto bawah. Ya aku tidak salah lihat itu Mas Andri, suamiku. Dia terlihat lagi makan sambil bercengkrama. Aku tersenyum senang. Segera kuraih tasku, aku akan menyapanya dahulu sebelum pulang ke rumah. Namun, tubuhku mematung ketika melihat Mas Andri yang lagi mengarahkan tangannya ke arah wanita yang ada di depannya. Kufokuskan netraku, dan terlihat tangan Mas Andri lagi mengelap bibir wanita di depannya dengan jarinya.

DEGGG!!

Aku terhuyung dan kembali terduduk di kursiku semula. Mas Andri suamiku, yang selama ini kukenal soleh dan tidak pernah menyentuh wanita yang bukan mahramnya. Tapi kenapa dia menyentuh wanita di depannya? Kembali kufokuskan netraku untuk melihat siapa wanita yang ada di sebelahnya, namun karena posisinya agak membelakangiku, aku tak bisa melihat wajahnya.  Aku mengenali  beberapa orang di meja sebelah Mas Andri, mereka adalah para karyawan di kantor Mas Andri. Namun di meja Mas Andri hanya ada dia dan wanita itu.

Ahh, aku tak mau beburuk sangka pada suamiku. Kuputuskan menunggu mereka selesai dan keluar dari restoran. Sekali lagi jantungku serasa mau meledak ketika kulihat Mas Andri keluar dari pintu restoran sambil menggenggam tangan wanita yang tadi makan bersamanya.

“Rini ..., ” pekikku sambil menutup mulut dengan tangan. Air mataku seketika jatuh melihat pemandangan di depan mataku. Rini, dia adalah ....

Bersambung.

もっと見る
次へ
ダウンロード

最新チャプター

続きを読む

読者の皆様へ

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

レビューもっと

Mutmainah Abdul Salam
Mutmainah Abdul Salam
selalu keren!
2025-02-16 04:05:45
0
0
Eko kurniawan Asfarianto
Eko kurniawan Asfarianto
agak anehnya sih, kok ga tahu diri banget rininya dah ditolong kok ga ngerasa salah. malah girang aja si andri nyere in bininya
2024-12-03 12:18:30
0
0
Liani Bunga
Liani Bunga
bagus novelnya
2024-10-15 05:29:43
0
0
Atik Sunarni Widi Hidayati
Atik Sunarni Widi Hidayati
sedih kenapa perempuan yg selalu yrrsakiti
2024-07-17 21:01:20
0
0
syafrudin charly charly
syafrudin charly charly
bagus saya suka
2024-07-09 09:20:31
0
0
189 チャプター
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status