Ketika Janda Ketemu Duda
Isvara menguasai lima bahasa yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Korea, Bahasa Inggris, Bahasa Mandarin dan Bahasa Spanyol jadi dia sangat percaya diri bertemu dengan klien dari Luar Negri.
Obrolan antara Isvara dengan klien besar itu bukan hanya seputar bisnis saja sebab jadi berkembang ke mana-mana sampai beberapa kali tawa klien pria paruh baya itu tercetus renyah.
Lucunya, klien itu menanyakan apakah Isvara bersedia jadi menantunya yang tentu saja ditolak secara halus oleh Isvara atas dasar keyakinan Agama mereka yang berbeda.