AJISEKA
Wanita ayu itu mengangguk paham, lalu mereka menjauh dari rombongannya.
Rupanya, keberadaan Ajiseka cukup cepat memancing hasrat Ajeng Ratri, pasalnya belum lama ia terduduk angin tiba-tiba berhembus pelan dan dingin. Hal itu juga di rasakan oleh sang Ibu, ya! Ajiseka dan ibunya memisahkan diri dari rombongan, dan hal itu sudah di rencanakan olehnya. Semilir angin lambat laun menghilang, berganti dengan suasana temaram seperti halnya waktu senja.
“Ibu, bersiaplah. Jangan terkecoh dengan tipu daya, sekalipun itu menyentuh relung terdalam,” ujar Ajiseka kepada Sekar Pinesti, Ibunya.
Bab Populer