ISTRI BERCADAR YANG TERNODA
Dengan cepat di raihnya buku dari tangan Zahira.
“Aku belum selesai bicara.” Alan menatap dalam gadis yang hanya terlihat matanya, tapi masih terpancar kecantikannya.
”Ada acara apa pergi ke Singapura, bersama Rasyid?”
“Oh, ada tugas dari pesantren, mendampingi dakwah untuk para TKI di sana, aku berangkat bersama Gus Rasid, tapi sampai di sana, ada beberapa uztadz, dan untadzah juga, memangnya kenapa Mas?”