Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Maukah Kau Jadi Pacarku, Lagi?

Maukah Kau Jadi Pacarku, Lagi?

Dia ingin Senja bahagia, mengejar hidup dan mimpinya. “Sudahlah, sebaiknya sekarang kau jaga pikiran dulu. Jangan terlalu stres memikirkan urusan mereka. Lagian jika mereka memang jodoh, akan bertemu juga,” ucap Kenta menenangkan Seya. Perkataan yang membuat Seya itu semakin merasa kesal karena Nada Kenta yang terdengar tidak peduli. ***
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai iya sebentar
Baca
+Pustaka
Kesempatan Kedua untuk Cinta

Kesempatan Kedua untuk Cinta

"Iya, iya siap kapten!" Shabiru menghela napas berat lalu memeluk Sepia lagi. "Sebentar lagi, Bun. Keretanya juga masih lama." Sepia menghela napas sambil tersenyum kecil. "Tapi sebentar lagi keretanya datang, nanti malah ketinggalan kereta jadinya."
104.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 127 kali sebagai iya sebentar
Baca
+Pustaka
Rahasia Istri Yang Disakiti

Rahasia Istri Yang Disakiti

“Baik.” Seeyana menatapnya lurus. “Pertama. Aku tetap tinggal terpisah untuk sementara. Bukan hukuman—ini ruang.” Ravent mengangguk. “Berapa lama?” “Selama yang aku butuhkan,” jawab Seeyana. “Dan itu tidak bisa kamu tawar.” Ravent menerima kalimat itu tanpa membantah. “Kedua?”
3.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai iya sebentar
Baca
+Pustaka
Gairah Suami Pengganti

Gairah Suami Pengganti

“Kau kuberikan libur tiga hari, Ed. Terserah mau kau pakai untuk menonton film anime kesukaanmu seharian, atau membaca novel atau pergi ke toko roti.” Manik mata Edward membulat saat mendengar kata terakhir Sebastian. Ia sangat mengerti apa arti dari kalimat itu. “Aku akan menunggumu di ruanganku dua puluh menit lagi. Dan ingat, ganti kemejamu. Seleramu sangat buruk akhir-akhir ini.” --------------------------------
9.822.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 868 kali sebagai iya sebentar
Baca
+Pustaka
Another day

Another day

"Ah aku hanya jalan-jalan sebentar saja." "Alea kau datang? Dari mana saja kau seharian ini? Bukankah sidang berakhir hanya dalam beberapa jam?" tanya Seila yang tidak sadar bahwa ada Arga bersama Alea. "Hah?" Alea merasa kaget sambil melirik Arga yang berekspresi sama kaget juga. "Ahh AA..aku hanya jalan-jalan karna merasa sesak saja," jawab Alea dengan gugup.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai iya sebentar
Baca
+Pustaka
Pak Dosen Jangan Nakal, Ah!

Pak Dosen Jangan Nakal, Ah!

Pertanyaan yang menyakitkan jika dijawab. “Ebra sekarang punya rumah baru, dia nggak bisa ke sini. Jadi, kita bisa ke sana. Makanya kamu cepet sembuh! Nanti kita main di tempat rumah Ebra.” Sesil tersenyum sambil menahan tangis. “Oh, gitu.” Yasmine merasa aneh. Sesil berdiri lalu berjalan keluar berpura-pura mengangkat telepon. Dimas mengikuti ke mana Sesil pergi.
108.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 235 kali sebagai iya sebentar
Baca
+Pustaka
Seadanya

Seadanya

Ini karena udah mau sepi dan tutup tinggal nunggu penggunjung terakhir selesai, dan beres - beres, kemungkinan satu jam lagi erika baru pulang][Hati - hati ya, langsung pulang][iya buk 😘] Bersambung Ada yang udah lama kepikiran siapa riski??
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai iya sebentar
Baca
+Pustaka
DEKAP HANGAT KAKAK TIRIKU

DEKAP HANGAT KAKAK TIRIKU

Wajahnya tak lagi dihiasi senyum santai seperti biasanya. Mas Sebastian menghentikan langkah. "Iya?" "Ada waktu bentar?" Mas Sebastian menatapnya sekilas. "Ada apa?" "Ngobrol sebentar." Jawabannya singkat.. Mas Sebastian mengangguk tipis. "Oke." Keduanya berbalik dan kembali memasuki ruang kerja. Ceklek. Pintu tertutup rapat. Aku menggigit bibir pelan. Ngomongin apa, ya?
172 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4 kali sebagai iya sebentar
Baca
+Pustaka
Jerat Pernikahan Tuan Arogan

Jerat Pernikahan Tuan Arogan

“Aku duda,” kataku kemudian. “Baru beberapa bulan ini.” Tatapan Seya sulit kuartikan. Antara cerah tapi mendung. Ia memerhatikan Yenan yang saat itu menunduk seolah tidak mau tahu. Seya tersenyum. “Yes, itu artinya aku bebas mendekatimu, kan?” serunya dengan riang dan mengepalkan tangan ke udara. “Mendekati apa sih, makan sana yang benar,” protes Yenan sembari mengayunkan sendok ke kepala Seya.
103.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai iya sebentar
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status