Enak Banget, Kak!
Wajahnya terlihat lelah, pipinya pun tampak memerah.
“Kak Killian lagi mabuk?” tanya Aria langsung.
“Enggak.”
Tapi ekspresinya kayak orang abis minum, batin Aria sangat yakin dengan pendapatnya itu.
“Cuma minum dikit.” Killian membalas tatapan Aria. “Gue nggak mabuk.”
“Ohh!” Aria mengangguk, walaupun dia tidak begitu tahu apa bedanya, karena keduanya sama-sama memiliki arti mabuk. “Aku bikinin teh madu ya, Kak?”