Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dinodai Kakak Sebelum SAH

Dinodai Kakak Sebelum SAH

Dia muali terisak dengan menutup mulutnya yang tak terlihat. "Benar!" Lelaki bercambang itu mengangguk-anggukan kepala. Dia membenarkan ucapan adik angkatnya itu dengan mengembuskan napas kasar dan mengusap wajahnya. "Saya pamit, Kak. Semoga kita selalu ditetapkan dalam hidayah Allah. Sama diberi kelancaran dalam beribadah dan bisa menemukan kebahagiaan abadi kelak di akhirat. Dikumpulkan bersama-sama di Surga-Nya. Semoga Kak Fahd dan Annisa bahagia dan bisa bertemu kembali hingga Jannah. Assalamualaikum!" tutup Lia melangkah menjauh dengan meneteskan air mata di balik cadarnya.
105.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 217 kali sebagai kakak lia
Baca
+Pustaka
Pesona Liar Suamiku

Pesona Liar Suamiku

elak Leia. “Kata siapa? Setahu aku kakakmu itu sering sekali menjamu wanita di Apartmentnya dengan menu yang dia masak sendiri. Masakan yang lezat hasil olahannya sendiri, itu adalah salah satu trik Leon untuk menjerat wanitanya, Sayang. Dari perut akan jatuh naik ke hati,” sangkal Leuis. “Kenapa dia tidak mau masak buat aku?” rajuk Leia.
1037.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 743 kali sebagai kakak lia
Baca
+Pustaka
Setipis Benang Sutera

Setipis Benang Sutera

"Ya udah, kita makan, yuk! Udah masuk waktu makan siang juga. Anak Papa mau makan apa nih?" "Mau makan martabak manis, Papa," jawab Lia dengan menirukan gaya suara anak-anak. Lio mendongakkan wajahnya memandang Lia, "martabak manis, Sayang?" "Iya," angguk Lia antusias. "Ini kita lagi di tengah gunung lho, Sayang. Tengah hari pula. Mana ada orang jualan martabak manis?" "Iya juga ya, Mas, tapi Lia pengen banget makan itu," jawab Lia polos.
1012.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 341 kali sebagai kakak lia
Baca
+Pustaka
Godaan Liar Suami Orang

Godaan Liar Suami Orang

Nama itu terasa asing dan terlalu akrab di lidahnya. "Ooooh, Jonas Blake!" Lila berseru, matanya berbinar. "Si jenius tampan yang dulu sempat kamu lukis-lukis di buku diary? Dia gimana sekarang? Udah makin ganteng dan kaya, ya? Pasti istrinya model!"
520 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai kakak lia
Baca
+Pustaka
KEMBARANKU SELINGKUHAN SUAMIKU

KEMBARANKU SELINGKUHAN SUAMIKU

Pagi hari yang cerah dikota yang indah, tapi tidak dengan sosok wanita cantik yang sedang termenung dikasur nya yaitu Lia, Li semalaman tidak bisa tertidur dengan nyenyak karna terus memikirkan kejadian yang ia baru saja alami bersama Kaka ipar nya tersebut. “Gabisa nih kalo gini terus, gue harus aktifitas.” Gumam Lia. Lalu dengan segera ia berjalan kekamar mandi melakukan aktivitasnya dan setelah ia merasa segar dengan segera berjalan menuju dapur. Saat menuju dapur Lia tidak melihat siapapun disana. Lia pikir kakanya itu sudah berada didapur untuk menyiapkan sarapan namun jauh diluar ekspetasi Lia.
840 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai kakak lia
Baca
+Pustaka
Istri Mungil Dosen Tengil

Istri Mungil Dosen Tengil

“Kak, sudah selesai? Ayo duduk di sini, kakak masih ingat aku kan?” Gadis itu. Rindu masih tidak bisa berkata-kata saat Lia, sosok yang merupakan adik asuhnya sedang menariknya untuk duduk bersebelahan. Lia juga mahasiswi kedokteran semester 3. Mereka cukup akrab, karena Lia sering kali menanyakan perkara tugas kampus. Wait? Mereka ini? “Ahhh…semalam abang bawa kakak kemari.”
1024.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 498 kali sebagai kakak lia
Baca
+Pustaka
PREDESTINATION

PREDESTINATION

kata Cakra lalu mengajak Lia duduk di salah satu kursi. “Kamu kan abis makan tadi, ga kenyang apa?” tanya Lia. “Engga, energi nya udah ke buang pas basket sama marahin Resta tadi,” kekeh Cakra. Lia tertawa. “Mbul dasar ya, mana ada anak paskib ngembang kek gini perut nya.” Lia iseng pun mencubit gemas perut milik Cakra. “Hahaha geli, Ay. Emang aku roti apa ada pengembang nya.” Cakra mengucapkan terima kasih karna makanan yang ia pesan sudah datang. “Pengen bakso kan kemarin kamu nih aku pesenin.”
104.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai kakak lia
Baca
+Pustaka
200 Hari Jadi Pacar Pura-pura Pewaris Tampan

200 Hari Jadi Pacar Pura-pura Pewaris Tampan

ancam Haikal, yang membuat Lia ngakak di tempat. "Yaudah, gue matiin dulu, ya, telponnya. Gue capek banget nih. Kaki gue pegel." Lia berbicara sembari memijat kakinya. Seriusan berdiri di mall sembari memilih pakaian hampir dua jam membuat kakinya pegal. Entah memang selelah itu atau dirinya saja yang kurang olahraga. "Habis ngapain emang?"
104.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 171 kali sebagai kakak lia
Baca
+Pustaka
Bismillah, Pernikahan Kedua dengan CEO

Bismillah, Pernikahan Kedua dengan CEO

ujar Dika sembari memasak spagetthi. “Ini pasti ada yang salah denganku, aku memikirkan hal ini terus-menerus!” gerutu Dika kesal. Tetapi, Dika memikirkan kejadian itu memang tak hanya sekali, bahkan sebelumnya di kantor pun sudah terjadi juga. Flashback on* “Hm, jika aku diberi kesempatan, aku ingin sekali jalan-jalan ke Korea. Kamu tahukan, Korea memiliki destinasi yang indah banget…,” ujar Lia. “Dan juga aku ingin merasakan musim semi di sana.”
105.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai kakak lia
Baca
+Pustaka
Kamar 2A

Kamar 2A

“Aduh, sakit! Lihat ekspresimu deh!” Lia mencubit pinggang Rara, hampir menimpuknya dengan kopi panas di tangan satunya. “Ih, nggak lucu! Aku harus ngomong apa sama Ibu?!” Rara mengaduh kesakitan, mengusap air mata, lalu menarik tangan Lia dan mendudukkannya di kursinya. “Tenang, ayo kita duduk dulu.” Lia melipat tangan depan dada. Tiba-tiba seperti teringat sesuatu, ekspresinya berubah 180 derajat. “Eh, tapi sebenarnya aku mau sih jadi kakak iparmu.”
477 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15 kali sebagai kakak lia
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status