Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Melawan Suami dan Mertua

Melawan Suami dan Mertua

Aku suka melihat suasana ruang tamu yang sangat hidup begini. Setelah ruang tamu, di sebelah kiri ada sebuah kamar. Mama yang merangkul tubuhku lalu menghentikan langkah ke depan kamar tersebut. “Nah, di sini kamarmu. Kamar Mama ada di depan sini.” Mama lalu menunjuk ke arah seberang. Ternyata kamarnya saling berhadapan. Kemudian mataku lalu memandang ke belakang. Ada ruang tengah yang lumayan luas dan disekat dengan lemari televisi besar yang di sekelilingnya diletakkan aneka keramik pajangan dan guci-guci mahal. Kuduga ada ruang makan di balik lemari tersebut. “Kamar Tama sama Tomo ada di atas. Tangganya di sebelah timur ruang tengah sana,” lanjut Mama kepadaku.
9.875.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.7K kali sebagai kama ruang
Baca
+Pustaka
Kamu Menidurinya?

Kamu Menidurinya?

Fahmi tidak menyahut apa yang dikatakan Misella. Kamar dengan desain interior yang didominasi warna abu-abu. Terdapat kaca jendela besar dengan tirai cantik—untuk memasukkan view, pencahayaan. Juga ada pintu untuk keluar menuju balkon kamar. Simpel, tidak banyak pajangan di dinding, hanya ada jam dinding, rak bunga di sudut kamar, rak buku dari besi minimalis modern warna hitam di samping meja belajar. Lemari kaca besar berisi tas branded, high heels milik Alia dan lemari pakaian cukup besar. “Tidak ada foto pernikahan kamu, Mas?” tanya Misella setelah merasa ada yang kurang dalam kamar itu. Bisanya pasangan semua istri akan memanjang foto pernikahan yang besar di dinding.
9.4181.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.8K kali sebagai kama ruang
Baca
+Pustaka
Rumah Ramaria

Rumah Ramaria

kata Mama. “Iya, Tante. Aku mau bersih-bersih dulu ya.” Aku masuk ke dalam kamar tamu di sebelah ruang makan, diikuti Maria. Kutaruh tas di ranjang dan dari belakang Maria memelukku. Kuelus lembut tangannya. “Sayang…” kataku.
104.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 161 kali sebagai kama ruang
Baca
+Pustaka
KACAMATA BERDARAH

KACAMATA BERDARAH

Bingkai kuning keemasan, kaca membulat, dan ukiran-ukiran di sepanjang gagangnya dengan tulisan jawa kuno. Entahlah, Rehan sendiri bingung. Bagaimana caranya kacamata tersebut bisa berada di sana. Mungkinkah secara tidak sengaja dia menaruh benda itu di bawah kasur. Melepaskannya begitu saja usai kelelahan menggauli Shanti hingga berpeluh-peluh dan kepayahan. Lantas jika saja ini benar-benar sebuah kenyataan, apa makna kejadian-kejadian semalam dan sepanjang hari di kantor tadi. Halusinasi? Laki-laki berusia tiga puluhan tahun itu menggeleng-geleng tidak percaya. Sulit diakui secara logika. Akan tetapi rasa perih bekas jatuh dari motor itu terlalu sukar untuk tidak diakuinya hingga kini. "Sh
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai kama ruang
Baca
+Pustaka
Aku Kamu dan Takdir

Aku Kamu dan Takdir

Ruang UKS Terlihat seorang pria sedang memapah wanita berjalan menuju ruang itu, "Maaf sebelumnya telah merepotkan kak senior, tadi aku kurang hati-hati saat turun tangga jadi terkilir kaki saya" ucap sesal wanita itu merasa merepotkan orang lain. Ya, dua orang yang berada diruang UKS itu Galih dan Maya. "Ngga apa kok tenang, duduk aja dulu sini" sahut galih menenangkan Maya.
9.86.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 201 kali sebagai kama ruang
Baca
+Pustaka
Terjebak Kenangan Kakak si Mantan

Terjebak Kenangan Kakak si Mantan

Hanya menatap tajam ke arah Kama tanpa berbicara sepatah kata pun. "Apaan? Ngapain liatin gue kayak gitu?" Kama bertanya dengam suara berbisik. Tanpa menjawab apa-apa, tiba-tiba Erlan menarik pergelangan tangan kanan Kama dan membawanya ke arah ruang keluarga. "Lo mau ngapain di depan kamar Piyik? Serius lo mau ngapa-ngapain adek gue? Udah siap mati lo?" Erlan membombardir Kama dengan beragam pertanyaan.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai kama ruang
Baca
+Pustaka
Kamu yang Kucintai

Kamu yang Kucintai

KAMU YANG KUCINTAI - 88 Lupakan Aroma tanah basah dan sisa wangi bunga kamboja seolah masih menempel pada pakaian hitam yang dikenakan Langit. Ia duduk bersandar di sofa ruang keluarga yang sunyi, menatap cangkir teh yang baru saja disuguhkan oleh ART-nya di atas meja kaca.
10240.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 8.2K kali sebagai kama ruang
Tampilkan Ulasan (63)
Baca
+Pustaka
namanya
Dari cerita ini, temen² bisa belajar memperjuangkan cinta yang tampaknya tidak mungkin. selama tidak menabrak syariat agama. dan dari cerita ini pula kita juga bisa belajar untuk tidak buru² menjustifikasi hanya karena tampak luarnya saja. Terima kasih mba lis, sudah berbagi cerita yang menarik
Klan Qing
Izin promosi ya, Thor. Judulnya: Murid 3 Dewa Novel ini adalah kisah Petualangan Lin Chen hingga menjadi Penguasa Semesta. Selain Reinkarnasi Jenderal Perang dari Alam 9 Surga, dia juga memiliki Tubuh Kaisar Langit yang Legendaris. Bahkan para Dewa Kuno juga mengangkatnya sebagai Murid mereka.
Baca Semua Ulasan
KAMU SELINGKUH? KUNIKAHI PAPAMU!

KAMU SELINGKUH? KUNIKAHI PAPAMU!

"Terima kasih Anita, Raka. Silahkan." Kembali sendirian dalam ruang kerjanya yang luas dan artistik dengan nuansa putih dan hitam, Bima bangkit dari kursinya, melangkah menuju kaca besar yang menghadap jalan protokal dan terlihat jelas suasana hiruk pikuk kota yang selalu sibuk tak pernah sepi. "Kak, sekarang anakmu melakukan hal yang sama, apakah ini Karma?" Bima buru-buru menepis pikirannya yang mulai lelah.
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai kama ruang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status