Kamu Hanya Beban, Mati Saja
“Itu baru cinta sejati yang ditempa penderitaan. Nggak seperti perempuan pengecut yang jual diri ke pria lain demi selamatkan dirinya sendiri. Biarkan saja dia membusuk di selokan.”
Seorang preman teriakkan hinaan itu, dan suhu ruangan seketika jadi membeku. Semua mata, seolah dikomando, beralih ke aku yang sedang mengocok kartu di balik meja poker. Aku bagai mesin, mengocok, membagi, lalu letakkan kartu As sekop di atas meja.
“Kartu pertama, tanpa batas. Silakan pasang taruhan, Tuan-tuan.”
Bab Populer