Hamil Muda
Setelah umi pergi, mas Adam lalu duduk di hadapanku, “Dia Zahra, anak bungsi di keluarga kami. Maaf kalau Za membuatmu sedikit tidak nyama.”
“Tidak apa-apa mas, gu .... eh maksudnya aku bisa mengerti kog.” Jawabku sedikit merasa kikuk, saat harus merubah gaya bahasaku.
“Assalammualaikum.”
“Waalaikumsalam.” Jawab kami berdua serempak, saat melihat laki-laki paruh baya masuk ke dalam rumah.
Laki-laki itu menggunakan setelah kantor, sepertinya dia baru pulang dari bekerja. Tapi ini kan masih pagi.
Hot Chapters