Saat Hati Menyesal
Aku sangat mengenalnya, si pengacara ternama, mana mungkin mau dipermalukan seperti ini.
Dalam menangani urusan perusahaan, aku pun semakin lama semakin terbiasa dan percaya diri.
Suatu hari, tiba-tiba ada segelas susu hangat di mejaku. Itu dari Tio.
“Bu Ella, kamu harus jaga kesehatan. Istirahatlah sesekali.”
Saat itu, aku sudah bekerja non stop selama tiga hari. Aku memijat leherku yang pegal, “Bantu pijitin dong.”
Bab Populer