SELALU SALAH
Gerutunya.
"Teman-temanku juga mau, Mak, bukan Mak Ida saja," sungutku kesal. Bagimana gak kesal, orang baru sampai, masih capek, sudah direcokin.
"Dasar pelit!" Ejeknya sambil berlalu pulang. Kakinya dihentak-hentakan, saat berjalan.
"Sabar!" Mas Adit mendekat, meredam emosiku yang siap menyembur.
Bab Populer