Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ibu, di Kehidupan Berikutnya Cintailah Aku

Ibu, di Kehidupan Berikutnya Cintailah Aku

Sejak sudah bisa mengingat sesuatu, aku tahu kalau ibuku membenciku. Saat aku berusia tiga tahun, dia memberiku obat tidur. Di usia lima tahun, dia menyuruhku minum racun serangga. Tetapi aku tidak mudah mati. Dan ketika berusia tujuh tahun, aku belajar melawannya tanpa ada yang mengajariku. Kalau dia tidak memberiku makan, aku akan membalikkan meja makan agar semuanya juga tidak bisa makan. Kalau dia memukuliku dengan tongkat hingga terguling di lantai, aku akan memukuli anak laki-laki yang paling dia sayangi hingga wajahnya lebam. Aku sangat keras kepala dan terus melawan hingga usia dua belas tahun. Sampai ketika adik perempuanku yang paling kecil lahir. Dengan gerakan tangan yang canggung, aku mencoba mengganti celana anak kecil yang basah itu. Ibu langsung membantingku ke dinding dengan keras. Dia menatapku dengan jijik dan ketakutan. “Apa yang mau kamu lakukan pada anak perempuanku?” “Dasar anak tukang pemerkosa! Kenapa kamu tidak mati bersamanya saja?!” Saat itu juga, aku akhirnya mengerti mengapa dia tidak pernah mencintaiku. Aku menutup kepalaku yang berdarah dan untuk pertama kalinya tidak melawan saat dipukuli. Dan untuk pertama kalinya juga, aku merasa apa yang dia katakan itu benar. Keberadaanku adalah sebuah kesalahan. Aku seharusnya mati.
4.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 135 kali sebagai keluarga bangsawan
Baca
+Pustaka
Pagi Baru Tanpa Dirimu

Pagi Baru Tanpa Dirimu

Saat kandunganku memasuki bulan kelima, Dion Sudarma sudah empat bulan berturut-turut tidak pernah menemaniku kontrol kehamilan karena cinta sejatinya yang belum bisa dia lupakan. Bahkan hingga pemeriksaan yang kelima, dia tetap mengingkari janjinya. Suaranya terdengar dingin dan penuh kekesalan dari balik telepon. "Anak itu bukan cuma tanggung jawabku. Kamu ibunya, jadi wajar kalau kamu yang lebih banyak berkorban. Memangnya kalau aku nggak ada, dia bakal mati?" Aku tidak menjawab. Pandanganku tertuju pada layar di rumah sakit yang sedang menayangkan dirinya tersenyum begitu lembut kepada Vivian Janitra. Aku hanya menggumam pelan. "Hm." Sepertinya Dion menyadari ada yang tidak beres dengan suasana hatiku. Saat dia hendak mengatakan sesuatu lagi, aku sudah lebih dulu menutup telepon. Tak lama kemudian, para perawat yang sedang membicarakan berita tentang Dion yang menghabiskan banyak uang untuk mengadakan pesta kembang api bagi cinta sejatinya akhirnya selesai mengobrol. Salah seorang dari mereka menghampiriku. "Nona, untuk pemeriksaan kehamilan silakan ke arah sini." Aku menggeleng. "Nggak perlu. Tolong jadwalkan operasi aborsi untukku seminggu dari sekarang."
1.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai keluarga bangsawan
Baca
+Pustaka
Kematian Putranya, Akhir Pernikahannya

Kematian Putranya, Akhir Pernikahannya

Setelah putranya meninggal, Laras mengubah semua kebiasaannya yang dibenci Benny. Laras tidak mengawasi keberadaan Benny lagi. Saat Benny tidak pulang semalaman, dia juga tidak menangis atau membuat keributan lagi. Bahkan saat mengalami kecelakaan mobil dan dokter memintanya menghubungi keluarganya, dia juga hanya menjawab dengan tenang, "Aku yatim piatu, nggak punya keluarga."
9.278.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.7K kali sebagai keluarga bangsawan
Baca
+Pustaka
The Poison Of Love

The Poison Of Love

"Kenapa terus mengikutiku?" kata Ariadne dengan nada tegas, tetapi matanya menghindari tatapan pemuda di hadapannya. "Karena aku suka padamu," balas Xylon tanpa ragu. "Pergi sana! Aku tidak suka padamu," sahut Ariadne lagi, lebih keras kali ini, berusaha menahan emosi yang sudah mendidih dalam dadanya. "Aku akan terus menempel padamu. Tidak peduli kau suka atau tidak," jawab Xylon mantap, senyumnya kecil tapi penuh makna. Rasa suka yang Xylon miliki untuk Ariadne bukanlah cinta biasa. Itu lebih mirip obsesi, api yang ia kobarkan tanpa kendali.
908 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai keluarga bangsawan
Baca
+Pustaka
Malas Terlibat Drama Percintaan, Nona Tolak 4 Pria Dominan

Malas Terlibat Drama Percintaan, Nona Tolak 4 Pria Dominan

Luna terbunuh oleh salah satu pria dalam haremnya. Namun, alih-alih mati, jiwa Luna, sang permaisuri agung, mendadak terlempar ke dunia modern dan masuk ke dalam tubuh seorang gadis desa jelek yang dijodohkan pada 4 tuan muda penguasa. Meski tampak menjanjikan, Luna menolak! Ia hanya ingin hidup tenang, berbeda dengan hidup dia sebelumnya. Namun, apa yang bisa ia lakukan ketika empat pria tampan yang sebelumnya menghinanya justru berbalik mengejarnya?
1.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai keluarga bangsawan
Baca
+Pustaka
Sepucuk Surat Cerai Memisahkan Kita Selamanya

Sepucuk Surat Cerai Memisahkan Kita Selamanya

Demi membuatku keguguran, putraku yang baru berusia enam tahun, Jack, sengaja menipuku agar memakan kue yang memicu alergiku. Di depan ranjang rumah sakit, dia bersembunyi di balik punggung suamiku, Steven Keraf. Dengan raut wajah kaku, Jack menolak untuk mengaku salah dan berkata, "Nenek bilang kalau Mama melahirkan adik perempuan, Mama nggak akan jadi cerai dengan Papa. Aku nggak mau Mama jadi mamaku lagi, aku lebih suka Tante Bianca!" Steven menimpali dengan nada dingin, "Kita bisa punya anak lagi. Soal Bianca ... dia memang lebih cocok mendidik Jack dibandingkan dirimu." Hatiku mati total. Keesokan harinya, begitu keluar dari rumah sakit, aku pulang dan mengosongkan seluruh barang milikku. Hanya tersisa sepucuk surat perjanjian cerai dan surat pemutusan hubungan ibu dan anak dengan Jack.
10.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 384 kali sebagai keluarga bangsawan
Baca
+Pustaka
Reinkarnasi: Kali Ini Aku Tak Akan Mengalah

Reinkarnasi: Kali Ini Aku Tak Akan Mengalah

Adikku hamil di luar nikah. Dia melahirkan seorang bayi laki-laki di sebuah klinik kecil, lalu menghilang tanpa jejak. Berbekal alamat yang ditinggalkannya, dokter datang ke rumahku dan menyerahkan bayi itu kepadaku. Orang tuaku berlutut di hadapanku, memohon agar aku mengasuh bayi itu. Sejak saat itu, seorang gadis lajang sepertiku terpaksa membesarkan bayi, menjalani hidup dengan susah payah. Bertahun-tahun kemudian, ketika anak itu telah tumbuh besar … adikku kembali. Di sisinya berdiri seorang pria kaya berkalung emas, tampak seperti “bos besar”. Dia menangis histeris memeluk anak itu sambil menudingku. Katanya aku iri padanya, jadi mencuri anaknya, memisahkan dia dari darah dagingnya sendiri. Anak yang kubesarkan dengan susah payah, tanpa ragu memutuskan hubungan denganku dan berlari ke pelukannya. Orang tuaku pun mengusirku dari rumah. Tetangga-tetangga mencaci, menghujat. Dalam keputusasaaan, aku memilih mengakhiri hidupku dengan melompat dari gedung. Namun saat membuka mata kembali … aku justru kembali ke hari di mana adikku melahirkan anak tersebut.
9.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 268 kali sebagai keluarga bangsawan
Baca
+Pustaka
Gadis yang Terabaikan, Dunia Baru Menantimu

Gadis yang Terabaikan, Dunia Baru Menantimu

Saat pengisian pilihan perguruan tinggi, semua orang mengerubungi adik kembarku sambil sibuk memberikan saran. Kakakku menunjuk kode universitas di urutan paling atas. “Sudah pasti pilih Universitas Orlena. Jadi adik tingkatku. Nanti Abang yang jagain kamu.” Sahabat masa kecil kami segera menyodorkan brosur Universitas Marion ke hadapannya. “Jangan dengarkan abangmu. Masuk Universitas Marion saja. Empat tahun lagi kita bisa jadi teman sekampus.” Ayah dan ibu tersenyum sambil mengangguk setuju. “Belajar di ibu kota memang lebih baik. Ada yang menjagamu, jadi kami juga tenang.” Baru setelah cukup lama, mereka teringat kalau aku juga baru saja menyelesaikan ujian masuk perguruan tinggi. “Nindi… nilaimu kurang bagus, ‘kan? Pilih saja universitas mana pun yang ada di Marion.” “Iya. Nanti kita berempat ada di kota yang sama. Akhir pekan jadi gampang kumpulnya,” sahut kakak tanpa mengangkat kepala. Sahabat masa kecilku pun mulai mengomel seperti biasa. “Tinggal setengah jam lagi batas pengisian pilihan ditutup. Jangan ceroboh lagi seperti biasanya.” Sedikit demi sedikit, genggamanku pada buku panduan pendaftaran itu semakin mengencang.
942 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai keluarga bangsawan
Baca
+Pustaka
Aku Tak Punya Siapapun Lagi

Aku Tak Punya Siapapun Lagi

Dokter berkata, aku hanya sisa tiga hari. Gagal hati akut. Satu-satunya harapan adalah uji klinis yang sangat berisiko, peluang terakhir dan paling tipis bagiku untuk bertahan hidup. Namun, suamiku, David, malah memberikan kuota yang tersisa kepada adik perempuan angkatku, Emma, yang juga merupakan ibu baptis putriku. Kondisi penyakitnya masih dalam tahap awal. Dia bilang itu adalah “pilihan yang tepat” karena dia “lebih pantas untuk hidup.” Aku pun menandatangani dokumen untuk menghentikan pengobatan dan meminum obat pereda nyeri berdosis tinggi yang diresepkan oleh dokter. Ganjarannya adalah organ dalamku akan gagal berfungsi dan aku akan kehilangan nyawa. Ketika aku menyerahkan perusahaan perhiasan dan rancangan desain yang telah aku kerjakan dengan susah payah kepada Emma, ayah dan ibu memujiku karena menjadi “kakak perempuan yang baik”. Ketika aku setuju untuk bercerai dan membiarkan David menikahi Emma, David mengatakan “akhirnya aku bersikap perhatian”. Ketika aku membiarkan anakku untuk memanggil Emma dengan sebutan ibu, anakku bertepuk tangan dengan gembira dan berkata, “Emma adalah ibu yang lembut dan baik.” Ketika aku memberikan semua hartaku kepada Emma, seluruh keluargaku menganggapnya wajar dan tidak melihat sesuatu yang aneh pada diriku. Aku sangat penasaran, apakah mereka masih bisa tertawa setelah mendengar berita kematianku?
11.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 303 kali sebagai keluarga bangsawan
Baca
+Pustaka
Cinta Telah Padam, Jalan Kita Berpisah

Cinta Telah Padam, Jalan Kita Berpisah

Suamiku selalu memandang rendah diriku hanya karena aku seorang wanita petani. Bahkan, dia tidak sayang pada anak kami. Setelah usia anak kami genap 100 hari, dia baru memeluknya untuk pertama kalinya. Lalu, kekasih pertamanya kembali ke Kota Jenang. Pria yang selama ini bersikap dingin itu pun, untuk pertama kalinya tersenyum di meja makan dan bahkan menyuapi anakku. Semalaman, anakku tampak sangat bahagia. Sebelum tidur, dia bertanya dengan suara lembut. "Ibu, apakah paman sedikit menyukaiku?" Aku memeluknya erat-erat. Mataku berkaca-kaca dan aku menggeleng pelan, berkata. "Bukan, tetapi kekasih paman telah kembali. Jadi kita harus pergi."
5.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 107 kali sebagai keluarga bangsawan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
3132333435
...
50
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status