Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
MEMORY

MEMORY

Jelas Jordan. Violet memiringkan kepalanya, masih berpikir. Siapa pria di hadapannya ini, apa iya dia bertemu dengannya? Galang yang sedaritadi jadi obat nyamuk pun membuka suara. "Maaf, Dan. Dia emang punya ingatan yang lemah, terutama terhadap orang asing yang baru ditemuinya hanya dalam beberapa hari." Jordan yang mendengarnya hanya tersenyum dan mengangguk mengerti.
9.93.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai kenang
Baca
+Pustaka
Catch Me If You Can

Catch Me If You Can

Ah, kenangan masa lalu memang selalu seindah itu. * Kosa kata yang muncul * Tchau : Selamat tinggal (bahasa Portugis)
107.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 235 kali sebagai kenang
Baca
+Pustaka
Memoar Rasa

Memoar Rasa

-Max Helgaar (Kaki Melangkah, Hati Gelisah, Pikiran Berharap Indah, Tangan Menengadah) Aku menunggu di depan gerbang kedatangan. Aku memperhatikan satu-persatu orang yang keluar dari gerbang tersebut. Namun sekitar 5 menit menunggu, aku tidak bisa menemukan Bunga. Dan aku tidak menemukan ia diantara banyaknya orang yang datang. Namun tidak lama setelah itu.... ADA YANG MENUTUP MATAKU! AKU PANIK! TANGANKU SUDAH MENGEPAL KERAS! NAMUN ALANGKAH TERKEJUTNYA....
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai kenang
Baca
+Pustaka
MINDREADERS: Kisah Sang Wanita Pembaca Pikiran

MINDREADERS: Kisah Sang Wanita Pembaca Pikiran

Aku dan Alex duduk menatap Mama. Mama mengeluarkan ipadnya dan menunjukkan tumpukan foto-foto masa lalu. Mama berkata kepada kami, "Level 4 atau biasanya disebut dengan Level Memoria atau Ingatan itu seperti kalian membuka album masa lalu. Banyak ingatan atau foto yang tidak berguna, namun kalian harus memilih salah satu foto yang berguna. Lalu ambilah foto itu dan injaklah, maka kalian akan masuk ke dalamnya seperti kalian ada di masa lalu."
108.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 335 kali sebagai kenang
Baca
+Pustaka
Senandika

Senandika

Kenangan lo cuma sampe kemarin ya, Shera?” Berkat pertanyaann tiba-tiba Jevan itu, entah bagaimana kepalanya merespon dengan memutar memori saat mereka sedang makan Samyang dan dirinya yang menangis. Shera memejamkan matanya sambil menghela nafas, kenapa sih Jevan harus mengingatinya? “Harus banget lo ingetin ya, Van? Kalau diinget-inget kaya gitu gue jadi malu.” Jevan terkekeh, teman-temannya yang sedang bermain kartu itu melihat keduanya yang berbincang itu lantas mulai saling mendekatkan badan. Ya, ghibah.
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 97 kali sebagai kenang
Baca
+Pustaka
Elang (Pembalasan Sang Putra Terbuang)

Elang (Pembalasan Sang Putra Terbuang)

Tapi sebuah pager tua, pager Motorola tahun 1996 yang ikut terbawa Elang saat dia 'mati' dan disimpan Kara bersama baju-bajunya. Benda mati itu seharusnya tidak berfungsi karena jaringannya sudah tutup puluhan tahun lalu. Tapi layar hijaunya menyala. PESAN DITERIMA: "SELAMAT DATANG KEMBALI, HANTU. TEMUI AKU DI TITIK NOL." - K. Mata Elang membelalak.
10865 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai kenang
Baca
+Pustaka
Gadis Tanpa  Ingatan

Gadis Tanpa Ingatan

Ia tampak seperti seseorang yang menunggu puluhan tahun untuk akhirnya bicara. Tapi malam itu mengubah segalanya. "Aku Amara…" bisik Raina lirih. Ia mengucapkannya seperti mantra yang asing tapi tiba-tiba terasa begitu akrab di lidahnya. Nama itu menggema di kepalanya. Mengalir seperti darah yang selama ini ada dalam tubuhnya tapi tak pernah dikenali. Dan kini, perlahan tapi pasti, aliran itu mulai membentuk ingatan-ingatan kecil, seperti pecahan kaca yang bersinar di tengah reruntuhan.
10982 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai kenang
Baca
+Pustaka
Rahasia di Ranjang Malam Pertama

Rahasia di Ranjang Malam Pertama

*** NOTE: Mau ke mana, tebak?
1011.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 285 kali sebagai kenang
Baca
+Pustaka
Menikahi Dua Pria

Menikahi Dua Pria

"Bukalah. Itu milik Aira." Kerutan muncul di kening Ken. Dia tidak tahu apa maksud Kakek. Benda apa yang akan dilihatnya ada di sana? Perlahan, Ken mengulurkan tangan. Dia bersiap untuk semua kemungkinan yang ada. Sampai kemudian gelang batu giok warna hijau tertangkap oleh retina matanya. "Ini ...." Ken merasa tidak asing dengan benda itu, tapi tidak ingat di mana pernah melihatnya.
1015.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 456 kali sebagai kenang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status