Sentuhan Adik Sahabatku
Helena berdiri di ambang pintu, senyum menggoda tersungging di wajahnya.
“Oh, ini namanya hydrangea, Mbak?”
Helena masuk, mendekat ke meja Jennar. “Iya. Peony pink plus hydrangea putih,” katanya sambil menunduk memperhatikan buket itu. “Gila sih … sumpah cantik banget. Tiap hari makin niat.”
Jennar mengangkat buket itu perlahan, mendekatkannya ke hidung. Aromanya ringan, menenangkan. “Iya ya. Aku sampai mikir … apa toko bunganya ganti florist tiap hari.”