Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kenangan Rindu

Kenangan Rindu

Kata kakek menengahi. Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam. Setelah selesai makan malam tadi, aku langsung masuk ke dalam kamar untuk merebahkan tubuhku, sementara Mas Hanif pamit pergi karena ada keperluan sebentar. Akupun akhirnya tertidur karena merasa badan ini sangat lelah. Aku bermimpi, di alam bawah sadarku, aku melihat seorang gadis sedang duduk sendirian di tepi sungai sambil menekuk kedua lututnya dan menangis. Ku hampiri dia dan aku tepuk pundaknya, seketika dia menengok dan tiba-tiba dia berucap "tolong aku. Tolong balaskan dendamku!"
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 144 kali sebagai ketika senja
Baca
+Pustaka
Pelakor Itu Sahabatku

Pelakor Itu Sahabatku

Dia terlalu malu jika ditatap seperti itu. "Jangan gombal pagi-pagi. Cepat sarapan dan habis ini mandi. Jika mau mandi, aku akan menunggu Benji untuk membantumu. Pasti sebentar lagi akan datang," kata Senja. Tapi Langit hanya diam menatap Senja yang mengoceh. Tatapan matanya hanya tertuju pada bibir Senja yang nampak bergerak menggoda l. "Aku benar-benar mencintaimu, Nja."
1012.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 492 kali sebagai ketika senja
Tampilkan Ulasan (37)
Baca
+Pustaka
Ms Iced Coffee
Judulnya bikin kuteringat sama cerita pribadiku sendiri. bedanya di cerita ini perebut laki orang, sedangkan di aku perebut kekasih orang hahaha. Btw, novel sebagus ini gabisa diskip. rugi bets kalo diskip. fighting thor!
Queen
Kasihan banget sama senja. Mendingan sama langit aja senja dari pada balikan sama mantan. Mantan tu cocoknya emang dibuang. Memang nggak mudah dapet restu orang tua kevin, tapi kamu harus bisa menunjukkan sama mereka kalau kamu itu layak bersanding sama anaknya.
Baca Semua Ulasan
Bayi Telantar di Rumah Sakit

Bayi Telantar di Rumah Sakit

Mereka duduk di hamparan pasir putih sambil memandang matahari yang hampir tenggelam di batas cakrawala. "Lihat!" Radeva menunjuk matahari yang mulanya berwarna kuning keemasan perlahan berubah menjadi merah jingga. "Itu namanya lembayung senja," lanjutnya. Ketika matahari hampir sepenuhnya terbenam itu dinamakan lembayung senja. Tandanya udara yang semula panas berangsur terasa sejuk. "Ayo!" Radeva bangkit, mengulurkan tangannya untuk membantu Meidina berdiri. Keduanya berjalan bergandengan tangan menuju ke hotel tempat keduanya menginap sebelum langit berubah menjadi gelap.
2.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai ketika senja
Baca
+Pustaka
Gapai Mimpi di Usia Senja

Gapai Mimpi di Usia Senja

Saldo di rekeningku sudah membuatku tenang kembali. Setelah itu, pandanganku tertuju pada sejumlah nenek berambut putih di depan gedung seni dan budaya. Mereka mengenakan pakaian cerah sambil membawa kipas. Senyuman di wajah mereka menggetarkan hatiku. Ketika masih muda, aku termasuk bunga desa. Aku pernah bergabung dengan grup seni, tetapi mengundurkan diri setelah menikah dan punya anak.
7.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 209 kali sebagai ketika senja
Baca
+Pustaka
Meniti Ulang di Usia Senja

Meniti Ulang di Usia Senja

Tetanggaku yang sebaya, Kak Linda, membuka pintu dan berkata dengan suara yang penuh semangat. "Dasar kamu, enam puluh tahun itu sudah tua, tapi bukan berarti mati! Hidup dua puluh tahun lagi bukan masalah, tapi siapa yang mau hidup dengan orang seperti kamu? Bertahan satu tahun saja sudah sulit!" "Beraninya berteriak di sini, aku malah merasa malu untukmu."
10.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 200 kali sebagai ketika senja
Baca
+Pustaka
Senja di Matamu

Senja di Matamu

Nina: [Chaz, di mana? Kok nggak melihatmu?] Chaz: [Aku sudah kembali ke mobil. Fans-mu terlalu banyak, nggak baik aku muncul.] Nina: [Kalau gitu, kita ketemuan di hotel saja.] Chaz mengirim emoji oke. Nina: [Sudah lima tahun nggak ketemu. Aku sudah sangat rindu.] Tania mencibir dan terus menyibukkan diri membuang barang-barang.
23.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 896 kali sebagai ketika senja
Baca
+Pustaka
Senja yang Hilang di Malam Tanpa Suara

Senja yang Hilang di Malam Tanpa Suara

Selama kamu masih hidup, aku nggak akan ampuni kamu. [ Evelyn, kembalilah. Buatkan bubur untukku. ] ... Sebagian besar pesannya adalah ancaman. Namun, seiring berjalannya waktu, dia makin cemas karena aku tidak membalas pesannya. Saat senja tiba, dia berdiri di depan dinding kaca dan menatap hamparan matahari terbenam dan bergumam pada dirinya sendiri, "Jadi, mau gimanapun, aku akan selalu jadi pihak yang dicampakkan? Evelyn, meski aku ini seekor anjing, kamu juga nggak mungkin campakkan aku dua kali, 'kan?"
5.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai ketika senja
Baca
+Pustaka
Delia (Gadis Pengagum Senja)

Delia (Gadis Pengagum Senja)

Guru mulai memanggil peserta no 7 untuk maju dengan percaya diri Delia membacakan bait demi bait syair yang ia buat bersama Damar berjudul senja. Senja Kau memberikan ketenangan Datangmu penuh harap Meninggalkan kesepian Ketika kau pergi, Pertemukan ku dengan malam Senja aku tak ingin sendiri Penuh asa menunggu mu datang Memandang pelik di tepi Pantai Riuh suara desir angin Menyapu keheningan
106.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 196 kali sebagai ketika senja
Baca
+Pustaka
CEO Galak, Cintai Aku!

CEO Galak, Cintai Aku!

“Sen? Senja. Hei, ayo bangun.” Senja yang baru terlelap ketika jarum pendek pada jam berhenti di angka empat, mengerang pelan. Dia mengerutkan kening dan mengucek matanya. Kelakuannya persis seperti kucing yang sedang tidur dan diganggu oleh manusia. Kemudian, kedua mata Senja terbuka perlahan. Kerutan di keningnya semakin terlihat dan saat kesadarannya sudah datang sepenuhnya, Senja bangun dengan satu gerakan cepat.
109.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 346 kali sebagai ketika senja
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status