Klinik Khusus Pramugari Seksi
“Uhuk … setiap hari ada begitu banyak orang yang datang melakukan pemeriksaan. Wajar kalau temperamennya agak buruk. Kamu bersabar sedikit, Istriku.”
Tidak lama kemudian, pintu klinik terbuka. Teman baiknya, Dimas Genaldi, berjalan keluar.
Jantungku spontan berdetak kencang ketika melihat pria di depanku dengan alis tegas, mata berbentuk seperti bunga persik, bibir tipis, tubuh tinggi dan kekar.
Di benakku spontan membayangkan seandainya tadi bokongku yang dipukul kuat di dalam klinik, lalu dihina mati-matian, rasanya pasti sangat nyaman.
Bab Populer