Tuan CEO, Lepaskan Aku!
Winda menarik tengkuk Seonwoo, menyatukan bibir mereka dalam sebuah ciuman yang sarat dengan rasa syukur dan cinta yang melampaui batas negara.
Keintiman mereka di paviliun itu terasa begitu sakral. Di tengah dinginnya malam Korea, ada sebuah ruangan yang panas dan lembap seperti Jakarta, tempat dua jiwa saling mencintai tanpa sekat. Seonwoo mulai membuka kancing pakaian Winda dengan gerakan yang sangat sabar, seolah sedang membuka sebuah kado yang sangat berharga. Sentuhannya di kulit Winda terasa seperti api yang membakar kedinginan musim semi.
"Kau adalah rumahku, Winda. Tidak peduli di mana pun kita berada," bisik Seonwoo sebelum mereka hanyut dalam penyatuan yang emosional di atas hampa
인기 회차