Cinta di Balik Singgasana
“Jika kau mau, Gusti, aku akan membangun rumah itu untukmu. Dengan bunga kenanga dan melati di sekitarnya.”
Dyah tertawa, suaranya seperti lonceng kecil yang menghangatkan malam. “Dan aku akan membawa kue beras manis, seperti pertama kali kita duduk di sini.”
Mereka saling memandang, dan untuk sesaat, dunia terasa sempurna lagi. Namun, di kejauhan, suara genderang perang mulai bergema samar tanda bahwa badai yang sesungguhnya baru akan dimulai.
인기 회차