Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Obsesi Terlarang

Obsesi Terlarang

Story 18+ "Kenapa kita harus begini?!!!" bentak Kejora sambil bercucuran air mata memandangi satu pria yang terduduk menunduk. Yang dituju pun diam seribu bahasa. Akibat ketidaktahuan mereka berdua, cucu Adam dan Hawa itu pun melakukan hal yang dilarang. Percintaan sedarah. Berawal dari Kejora yang dibujuk untuk mencari pendamping hidup, dia pun membuka aplikasi dating yang tengah marak-maraknya saat ini. Sudah beberapa pria ditemuinya namun, tidak ada yang dia sukai atau menarik hatinya secuil pun. Sampai dia menemukan satu pria yang memberinya love muncul di pemberitahuannya. Awal mula yang manis bagi Kejora dan Andromeda yang sama-sama sedang mencari pasangan. Dimabuk asma
1053.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.1K Beses bilang lantai licin
Read
+Library
Lemari Mencari Tumbal

Lemari Mencari Tumbal

A_W
Pada saat malam jum’at kliwon, Aulia berjalan mendekati Lemari yang berada di sebuah kamar kosong di lantai 2. Umurnya masih sekitar 9 tahun. Dengan rasa penasaran yang menggebu-gebu, akhirnya dia berniat untuk membuka lemari itu. Tiba-tiba, “Jangan! Jangan di buka lemari itu Non Aulia!” “Loh, memang nya kenapa bu Sari?” “Pokoknya jangan non! Tolong jangan! Dan cepat anda kemari sebelum semuanya terlambat non! Cepat!!!” Seorang pembantu yang bekerja dirumah nenek Aulia mencoba menahan Aulia untuk tidak membuka lemari itu. Tapi, “Brakkk!!!” Pintu lemari itu terbuka dengan sendirinya tanpa disentuh sedikitpun. Suasana menjadi mencekam. Angin malam tiba-tiba berhembus kencang, padahal ka
1010.4K viewsOn holdIdinagdag sa Library 333 Beses bilang lantai licin
Read
+Library
Ketika Segalanya Mengalir Pergi

Ketika Segalanya Mengalir Pergi

Aku dan suamiku, Samuel Yeris, bagaikan dua bintang di unit luka bakar, ketika terjadi kebakaran hutan di provinsi tetangga, dia yang baru saja menyelesaikan operasi beruntun dan aku tanpa ragu pergi menggantikan untuk menjadi sukarelawan. Namun, pada hari ketika aku kembali ke rumah sakit, gempa bumi terjadi, aku bergegas ke departemennya tanpa ragu, namun malah melihat adik seperguruanku meringkuk dalam pelukannya, hanya mengenakan jas lab putih. Aku berdiri di sana tertegun seperti tersambar petir, sementara dia menahan luka Clara Lindaw dan berteriak kepadaku, “Cepat kemari dan selamatkan dia! Apa kamu tidak akan menolongnya hanya karena masalah sepele seperti itu?” Tanganku gemetar tida
4.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 169 Beses bilang lantai licin
Read
+Library
Kepergianku Membuatnya Gila

Kepergianku Membuatnya Gila

Pada tahun kelima sejak aku menikah dengan tuan ketua mafia, aku menyadari bahwa jimat pelindung yang dia berikan dan selalu kupakai membuat kepalaku sering terasa pusing. Aku mengeluarkan pil yang tersembunyi di dalam jimat itu lalu membawanya ke rumah sakit keluarga. Dokter menelitinya sejenak, lalu mengatakan bahwa benda itu sama sekali bukan obat penenang, melainkan sejenis racun kronis. Jika dipakai dalam waktu lama, bukan hanya dapat menyebabkan kemandulan, tetapi juga menimbulkan kerusakan serius pada tubuh. Aku langsung runtuh dan berseru, “Nggak mungkin. Ini pemberian suamiku. Namanya Vincent Kora, dia juga pemilik di balik rumah sakit ini.” Dokter itu tampak curiga dan berkata, “No
10.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 339 Beses bilang lantai licin
Read
+Library
Terikat Kontrak Dengan Mafia : Pengantin Gendut

Terikat Kontrak Dengan Mafia : Pengantin Gendut

"Bukankah ini malam pertama kita? Aku siap menyerahkan tubuhku untumu, Tuan Alexandro," kata Lucia yang sudah memakai lingeri seksi. Alexandro hanya memandang dari atas sampai bawah tubuh Lucia, Lucia menunduk, ia juga tidak yakin jika pria itu mau menyentuh tubuh gendutnya. Alexandro mendekat dan semakin mendekat, ia mendorong Lucia sampai ia terduduk di lantai dan kepalanya mendongak ke arah suaminya. "Apa kau suka BDSM?" tanya Alexandro. Lucia menelan ludahnya kasar, ini adalah awal mimpi buruk baginya. ***  Lucia tidak pernah hidup sebagai anak yang dicintai. Sejak orang tuanya meninggal, ia tumbuh dalam rumah pamannya dan dianggap seperti beban. Lucia bertubuh gendut, p
105.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 105 Beses bilang lantai licin
Read
+Library
Ketika Karma Berbicara

Ketika Karma Berbicara

Setelah delapan tahun kuliah di Jerman, akhirnya aku berhasil lulus dan siap kembali untuk mengambil alih perusahaan ayah. Ketika tiba di lantai bawah Cakra Group, aku membuat pembaruan status. "Kamu memang se spesial itu, baru pulang pun aku langsung menemuimu." Namun, sesaat setelah sampai di perusahaan, rambutku dijambak oleh seorang perempuan, bahkan aku mendapat tamparan di wajah. "Dasar wanita penggoda! Saat SMA kamu merayu pacarku, sekarang pacarku sudah jadi wakil presdir, kamu mendekatinya dengan nggak tahu malu!" "Pukul dia! Aku akan bertanggung jawab kalau sampai terjadi sesuatu." Aku digosipkan menggoda Bakti Rahadi, seorang direktur di Cakra Group. Beberapa orang yang lain meman
11.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 419 Beses bilang lantai licin
Read
+Library
Dituduh sebagai Menantu Durhaka

Dituduh sebagai Menantu Durhaka

Ayah mertuaku jatuh terpeleset dan terkena serangan stroke. Darah menggenang di lantai dari kepalanya. Aku mengambil kain pel dengan tenang dan membersihkan darah di lantai. Menit-menit ini adalah waktu penting untuk menyelamatkan nyawanya. Tapi aku, menantu perempuannya, membiarkan waktu tersebut berlalu begitu saja. Di kehidupan sebelumnya, aku adalah orang pertama yang mengetahui jatuhnya ayah mertuaku. Aku cepat-cepat memanggil ambulans untuk membawanya ke rumah sakit. Tindakan operasi perlu tanda tangan persetujuan dari anggota keluarga terdekat. Tapi saat aku menelepon suamiku, dia mengira aku cemburu karena dia sedang bersama cinta pertamanya. Dia menolak datang ke rumah sakit dan men
5.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 200 Beses bilang lantai licin
Read
+Library
Dulu Pembantu Sekarang Menantu

Dulu Pembantu Sekarang Menantu

Joane
BIJAK DALAM MEMILIH BACAAN (21+) “Mas Devan ngapain di sini?” Ekspresi Aisha tidak bisa disembunyikan lagi ketika dia terkejut melihat Devan masuk ke dalam kamarnya. Sementara kamarnya Devan—sang majikan ada di lantai dua. Tapi pria itu tanpa banyak kata malah naik ke atas ranjangnya Aisha. “Jangan jual mahal, Aisha. Kamu pernah tidur denganku. Kita sudah pernah melakukannya beberapa kali.” Sialnya Aisha membeku mendengar perkataan dari Devan. Andai saja bukan karena butuh uang untuk biaya pengobatan Nita di rumah sakit. Dengan sikap abai dari sang ayah yang selalu mengabaikan mengenai kondisi Nita. Maka dia tidak perlu lakukan ini—tidur dengan Devan. Kehormatannya direnggut juga o
56.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 193 Beses bilang lantai licin
Read
+Library
Ibu, di Kehidupan Berikutnya Cintailah Aku

Ibu, di Kehidupan Berikutnya Cintailah Aku

Sejak sudah bisa mengingat sesuatu, aku tahu kalau ibuku membenciku. Saat aku berusia tiga tahun, dia memberiku obat tidur. Di usia lima tahun, dia menyuruhku minum racun serangga. Tetapi aku tidak mudah mati. Dan ketika berusia tujuh tahun, aku belajar melawannya tanpa ada yang mengajariku. Kalau dia tidak memberiku makan, aku akan membalikkan meja makan agar semuanya juga tidak bisa makan. Kalau dia memukuliku dengan tongkat hingga terguling di lantai, aku akan memukuli anak laki-laki yang paling dia sayangi hingga wajahnya lebam. Aku sangat keras kepala dan terus melawan hingga usia dua belas tahun. Sampai ketika adik perempuanku yang paling kecil lahir. Dengan gerakan tangan yang canggun
4.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 127 Beses bilang lantai licin
Read
+Library
Akhir Tragis Suamiku Bersama Sahabatnya

Akhir Tragis Suamiku Bersama Sahabatnya

Di hari putriku meninggal, aku berniat meletakkan papan arwahnya di aula leluhur Keluarga Gunawan. Namun, Jefri Gunawan yang berusia lima tahun malah melempar papan itu ke lantai dan menginjak-injaknya sampai hancur berantakan. “Dia bukan anak Keluarga Gunawan, apa haknya diletakkan di sini? Bahkan kalau kamu mati pun, aku nggak akan sudi menaruh papan namamu di sini!” Aku melirik ke arah papan arwah seorang wanita yang terpajang di aula itu tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Begitu melihat arah pandanganku, Jefri langsung berdiri menghalangi penglihatanku. “Kamu pikir kamu siapa?! Emangnya kamu pantas dibandingkan dengan ibuku?!” “Pelakor selamanya akan jadi pelakor! Selamanya nggak akan p
1.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 40 Beses bilang lantai licin
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status